Ikuti Kami
Senin, 16 Februari 2026 ⚡ Versi Web

Prabowo Janji Bangun 1.000 Desa Nelayan pada 2026, Target 5.000 Hingga 2029

Tim Redaksi
Minggu, 15 Februari 2026 | 22:28 WIB
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 desa nelayan pada tahun 2026, sebagai bagian dari program besar-besaran yang bertujuan mengembangkan hingga 5.000 desa nelayan di seluruh Indonesia hingga tahun 2029. Komitmen ini ditegaskan Presiden dalam pidatonya saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026.

Presiden menegaskan bahwa program ini bertujuan memperkuat sektor kelautan melalui pembangunan desa-desa nelayan secara terintegrasi. "Selama Republik Indonesia berdiri, belum pernah disentuh oleh pemerintah Republik Indonesia, nelayan-nelayan kita belum pernah dapat perhatian. Mereka kadang-kadang tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka, mereka sulit dapat solar, mereka sulit untuk dapat akses ke pasar. Ini kita ubah," ujar Presiden.

Untuk mencapai target tersebut, setiap desa nelayan akan dilengkapi dengan fasilitas lengkap termasuk pabrik es, cold storage, dermaga, kapal, serta kendaraan operasional. Presiden menekankan bahwa program ini bukan bersifat bantuan cuma-cuma, melainkan dikelola dalam skema koperasi. "Ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi ini, kita organisasi dalam koperasi, semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah," jelas Presiden.

Dalam skema pembiayaan, para nelayan akan diberikan kelonggaran dalam pengembalian investasi agar tidak memberatkan. "Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun, yang tidak ada masalah karena para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun sering minta restrukturisasi," ungkapnya.

Selain pembangunan desa nelayan, Presiden juga menyoroti percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan menjadi penggerak ekonomi desa. Dalam waktu dekat, ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang yang telah dalam tahap pembentukan. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi desa murah, serta layanan pembiayaan mikro berbunga ringan guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir. "Semua barang subsidi akan punya akses. Rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran," tegas Presiden.

***

Tim Redaksi

Tags

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap
↑ Kembali ke atas