Prabowo Tekankan Ekonomi Berdikari dengan Penguatan Fondasi Domestik
Tim Redaksi
Minggu, 15 Februari 2026 | 22:32 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional yang berpijak pada penguatan fondasi domestik. Dalam pidatonya pada Indonesia Economic Outlook 2026, Presiden menyampaikan bahwa cita-cita menjadi negara maju harus dibangun dengan strategi yang terukur, terutama melalui pengelolaan optimal seluruh sumber daya nasional untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. “Kita punya cita-ci...
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan arah kebijakan ekonomi nasional yang berpijak pada penguatan fondasi domestik saat menyampaikan pidato dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. Kepala Negara menyoroti bahwa cita-cita Indonesia menjadi negara maju harus dibangun melalui strategi terukur dengan mengelola optimal seluruh sumber daya nasional guna mencapai kemakmuran rakyat yang maksimal.
"Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita," ujar Presiden.
Menurut Presiden, penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari dalam negeri dengan membangun kemandirian dan daya saing. Indonesia harus mampu berdiri sendiri tanpa bergantung pada kekuatan eksternal. "Kita akan buktikan ke seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia sekarang, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri, bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri, dan kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapapun lagi," tegasnya.
Dari sisi indikator ekonomi, Presiden mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan selama satu tahun terakhir menunjukkan dampak nyata. Kepala Negara menyampaikan bahwa sejumlah kepala daerah memberikan laporan yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga di daerah. "Mulai berapa hari ini, berapa minggu ini, saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah, beberapa gubernur, beberapa bupati, sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita," ucapnya.
Selain peningkatan konsumsi, Presiden menyampaikan bahwa laporan dari daerah menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, peningkatan jumlah masyarakat bekerja, serta membaiknya rasio gini. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kebijakan ekonomi pemerintah diarahkan semata-mata untuk kepentingan rakyat. "Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa-apa. Itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain, kita bekerja untuk rakyat kita," tandasnya.
"Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis. Yang penting bagi kita adalah kita harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara, seluruh sumber daya alam kita dan kita kelola, kita jaga dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita," ujar Presiden.
Menurut Presiden, penguatan ekonomi nasional harus dimulai dari dalam negeri dengan membangun kemandirian dan daya saing. Indonesia harus mampu berdiri sendiri tanpa bergantung pada kekuatan eksternal. "Kita akan buktikan ke seluruh dunia bahwa bangsa Indonesia sekarang, bangsa Indonesia hari ini adalah bangsa Indonesia yang percaya diri, bangsa Indonesia yang paham, bangsa Indonesia yang bertekad untuk berdiri di atas kaki kita sendiri, dan kita tidak mau dan tidak akan lagi selalu didikte oleh bangsa lain atau dipermainkan oleh siapapun lagi," tegasnya.
Dari sisi indikator ekonomi, Presiden mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan yang dijalankan selama satu tahun terakhir menunjukkan dampak nyata. Kepala Negara menyampaikan bahwa sejumlah kepala daerah memberikan laporan yang menunjukkan adanya peningkatan konsumsi rumah tangga di daerah. "Mulai berapa hari ini, berapa minggu ini, saya dapat laporan dari kepala-kepala daerah, beberapa gubernur, beberapa bupati, sekarang mereka baru melihat hasil real, dampak real dari berbagai kebijakan kita," ucapnya.
Selain peningkatan konsumsi, Presiden menyampaikan bahwa laporan dari daerah menunjukkan tren penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka, peningkatan jumlah masyarakat bekerja, serta membaiknya rasio gini. Hal ini menunjukkan bahwa seluruh kebijakan ekonomi pemerintah diarahkan semata-mata untuk kepentingan rakyat. "Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita, itu tidak menjadi apa-apa. Itu bagi kita adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain, kita bekerja untuk rakyat kita," tandasnya.
***
Tim Redaksi