Presiden Prabowo Luncurkan Gerakan ASRI dan Strategi "Indonesia Incorporated" untuk Pembangunan Berkelanjutan
Tim Redaksi
Minggu, 15 Februari 2026 | 22:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor termasuk kebersihan lingkungan. Menurut Presiden, Indonesia harus berani melakukan perbaikan mulai dari tingkat desa hingga ibu kota. “Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita a...
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh di berbagai sektor, termasuk kebersihan lingkungan, dalam acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat, 13 Februari 2026. Kepala Negara menyoroti pentingnya Indonesia melakukan perbaikan dari tingkat desa hingga ibu kota, dengan menekankan pengelolaan sampah secara sistematis dan berbasis teknologi ramah lingkungan.
"Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan," ujar Presiden. Ia mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah berskala kecil yang ramah lingkungan, serta berharap alat-alat tersebut dapat tersebar di setiap kelurahan dan kecamatan di seluruh Indonesia.
"Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita. Di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Yang besar-besar ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik dan kita sudah mulai," tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Presiden memperkenalkan gerakan "ASRI" yang merupakan akronim dari aman, sehat, resik, dan indah, serta berencana melakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan kota-kota besar Indonesia.
Di bidang stabilitas nasional, Presiden menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kepastian hukum sebagai fondasi pembangunan. Ia memastikan Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menghormati seluruh perjanjian internasional dan kewajiban keuangan negara. "Kita punya track record yang sangat besar. Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari manapun dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan," kata Presiden.
Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk "Indonesia Incorporated" yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa. "Pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama, Indonesia insyaallah bukan lagi raksasa yang tertidur, tapi kita bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya," tandasnya. Arah pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada transformasi lingkungan, tata kelola kota yang modern, serta stabilitas nasional sebagai fondasi Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan.
"Termasuk kebersihan setiap desa, kecamatan, kota, kabupaten, ibu kota provinsi, dan ibu kota negara. Saya minta dalam waktu sesingkat-singkatnya kita akan buktikan," ujar Presiden. Ia mengapresiasi sejumlah lembaga pendidikan yang telah mengembangkan alat daur ulang dan pemusnah sampah berskala kecil yang ramah lingkungan, serta berharap alat-alat tersebut dapat tersebar di setiap kelurahan dan kecamatan di seluruh Indonesia.
"Tidak merusak, tidak menimbulkan bau, yang cukup dalam skala-skala kecil. Kita berharap ada alat-alat itu di setiap kelurahan kita. Di setiap kecamatan kita. Sehingga tidak perlu jauh-jauh ke TPA. Sampah diselesaikan di tingkat yang terendah. Ini kita akan laksanakan tahun ini juga. Yang besar-besar ya kita terpaksa cari teknologi yang terbaik dan kita sudah mulai," tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Presiden memperkenalkan gerakan "ASRI" yang merupakan akronim dari aman, sehat, resik, dan indah, serta berencana melakukan gentengisasi seluruh desa, kecamatan, dan kota-kota besar Indonesia.
Di bidang stabilitas nasional, Presiden menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan kepastian hukum sebagai fondasi pembangunan. Ia memastikan Indonesia memiliki rekam jejak yang kuat dalam menghormati seluruh perjanjian internasional dan kewajiban keuangan negara. "Kita punya track record yang sangat besar. Indonesia belum pernah default dalam sejarah kita. Kita selalu hormati perjanjian pemerintah-pemerintah terdahulu. Kita terbuka untuk investasi dari manapun dan kita yakin bahwa kita akan bangkit dengan sangat meyakinkan," kata Presiden.
Menutup pidatonya, Presiden memperkenalkan strategi besar bertajuk "Indonesia Incorporated" yang menekankan kolaborasi seluruh elemen bangsa. "Pemerintah yang bersih dan adil bantu yang paling lemah dan paling miskin. Kita bangkit bersama, Indonesia insyaallah bukan lagi raksasa yang tertidur, tapi kita bangkit menjadi raksasa yang mampu berdiri dan membangun kehidupan lebih baik bagi rakyatnya," tandasnya. Arah pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada transformasi lingkungan, tata kelola kota yang modern, serta stabilitas nasional sebagai fondasi Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan.
***
Tim Redaksi