Wabup Intan Luncurkan Sekolah Gender untuk Peran Perempuan dalam Pembangunan Tangerang
TANGERANG - Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah meluncurkan Sekolah Gender Angkatan I tahun 2026 di Ruang Rapat Wareng, Gedung Kantor Bupati Tangerang, Kamis (19/02/26).
Program ini dirancang sebagai wadah transformasi pemikiran dan ruang belajar bagi kaum perempuan untuk memperkuat kapasitasnya agar mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan di Kabupaten Tangerang. "Sekolah Gender ini memberikan banyak wawasan untuk kader-kader perempuan dari berbagai organisasi supaya mereka nanti bisa memberikan kontribusi dalam pemikiran dan solusi bagi pembangunan di Kabupaten Tangerang ke depannya," ujar Wabup Intan.
Sekolah Gender menerapkan sistem evaluasi yang ketat dan berbasis output, berbeda dengan pelatihan pada umumnya. Para peserta tidak hanya menerima materi keilmuan, namun juga dituntut bagaimana mengimplementasikannya. "Mereka akan dinilai dari karya tulis dan aksi sosialnya. Kami ingin melihat bagaimana mereka memberikan masukan kepada pemerintah daerah dari sudut pandang (point of view) gender," ungkapnya.
Sekolah Gender akan membahas tema yang beragam di setiap angkatannya untuk mencakup seluruh aspek permasalahan sosial di Kabupaten Tangerang. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah peran perempuan dalam pengelolaan sampah. "Ibu-ibu adalah pengelola utama sampah di rumah. Saya ingin perempuan maupun organisasi yang menaunginya memiliki solusi dan mekanisme yang konkret penanganan sampah, yang bisa menjadi masukan bagi pengambilan keputusan pemerintah," imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Tangerang berharap para lulusan Sekolah Gender bisa sinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah dalam melahirkan kebijakan-kebijakan yang inklusif dan solutif. "Saya berharap melalui Sekolah Gender ini akan lahir agen-agen perubahan, para public campaigner yang mampu menyuarakan keadilan secara santun, berbasis data, dan mampu hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi," harapnya.
Wabup Intan memberikan pesan kepada seluruh peserta agar mengikuti seluruh tahapan kegiatan dengan sungguh-sungguh. "Bangun jejaring, perkuat analisis, dan susun rencana aksi yang nyata sesuai dengan isu lokal. Bawalah pulang semangat bahwa keadilan gender bukan hanya agenda kelompok tertentu, melainkan agenda kemanusiaan dan kualitas pembangunan daerah kita," serunya.
Dia juga menandaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang akan terus mendorong dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. "Semoga Sekolah Gender Tahun 2026 menjadi tonggak lahirnya Kabupaten Tangerang yang semakin inklusif, ramah perempuan, serta bebas dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender," pungkasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Asep Suherman mengatakan salah satu tujuan Sekolah Gender adalah untuk mendorong partisipasi aktif dan kapasitas kaum perempuan dalam pembangunan. "Kita ingin memperkuat kepemimpinan perempuan serta mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah," ungkap Asep.
***