JAKARTA - Satu tahun kepemimpinan Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno menunjukkan arah pembangunan Jakarta yang semakin menguat pada pendekatan berangkat dari kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan.
Dalam kerangka membangun Jakarta dari bawah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat peran badan usaha milik daerah sebagai mitra strategis pembangunan, termasuk PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro. Perusahaan ini menerjemahkan kebijakan pembangunan tersebut ke dalam proyek-proyek infrastruktur, pengelolaan aset, dan investasi yang terukur dampaknya, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan.
Sepanjang tahun pertama kepemimpinan tersebut, pembangunan tidak semata dipahami sebagai proses fisik, melainkan sebagai upaya menghadirkan manfaat nyata bagi warga.
Dirut PT Jakpro (Perseroda), Iwan Takwin mengatakan, dalam konteks ini Jakpro memperkuat pendekatan yang berangkat dari kebutuhan warga, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini diterapkan dalam proyek dan pengelolaan berbagai aset strategis kota, seperti pada proyek dan operasional LRT Jakarta, Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, dan Jakarta International Velodrome.
"Yang dioptimalkan tidak hanya sebagai infrastruktur kota, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, yang mendorong keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal, memperkuat konektivitas kawasan yang ramah publik, serta mendukung kontribusi terhadap target dekarbonisasi kota," ujar Iwan Takwin, Jumat (20/2).
Ia menyampaikan, seluruh langkah tersebut diarahkan agar manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Iwan menegaskan bahwa setiap inisiatif perusahaan harus memberikan dampak yang nyata dan terukur.
"Kami tidak berhenti pada pembangunan fisik. Aset strategi kota harus hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi warga," tegasnya.
Ia menjelaskan, Jakpro tidak hanya berfokus pada penyelesaian proyek, tetapi memastikan setiap tahapan pembangunan dan pengelolaan dijalankan dengan tata kelola yang kuat dan prinsip keberlanjutan yang terintegrasi, sehingga arah pembangunan kota benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.