Ia juga meminta camat dan lurah setempat untuk ikut mengawasi serta membantu proses administrasi selama pelaksanaan renovasi.
Selain itu, Dimyati mengajak masyarakat sekitar untuk bergotong royong membantu proses perbaikan rumah warga penerima manfaat.
“Peran RT dan masyarakat sangat penting. Gotong royong akan mempercepat proses renovasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dimyati juga sempat memborong dagangan cincau milik Idris Afandi (49) yang berjualan di depan musala saat rombongan meninjau rumah penerima bantuan di Kelurahan Juhut.
“Dibagikan ke masyarakat ya,” pesan Dimyati.
“Siap,” jawab Idris.
Idris kemudian mengemas cincau beserta gula merah cair dalam kantung plastik. Cincau tersebut dijual dengan harga Rp5 ribu per bungkus.
Ia mengaku senang dagangannya diborong oleh Wagub Banten. Dalam sehari, Idris biasanya mampu menjual sekitar 100 bungkus cincau yang merupakan hasil produksinya sendiri. (nrl)
Sumber : Adpim