“Kalau Presiden Prabowo punya Asta Cita, kami juga menghadirkan Asta Karya, delapan program untuk memberdayakan pegiat ekonomi kreatif. Kami juga berterima kasih kepada Kementerian Ekraf yang telah melantik Penilai Kekayaan Intelektual, sehingga karya para kreator kini bisa menjadi kolateral untuk mendapatkan akses permodalan yang layak,” ujar Kawendra.
Dalam penutupan Rakernas ini, GEKRAFS juga menyerahkan laporan rekomendasi hasil Rakernas kepada Kementerian Ekraf sebagai masukan untuk memperkuat kebijakan dan program pengembangan sektor ekonomi kreatif. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat menyelaraskan langkah para pegiat ekonomi kreatif dengan visi pembangunan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Ekonomi Kreatif juga menerima Anugerah Kolaborasi Strategis Terbaik dari GEKRAFS sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan kementerian dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional. Penghargaan ini menjadi simbol penguatan kemitraan antara pemerintah dan komunitas kreatif dalam mendorong ekonomi kreatif sebagai mesin pertumbuhan baru perekonomian Indonesia.
Turut hadir dalam penutupan Rakernas tersebut antara lain Ketua Majelis Tinggi DPP Gekrafs sekaligus Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad; Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS Sandiaga Salahuddin Uno; Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir; Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufiq Hidayat; Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza; Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar; Anggota DPR RI, Melly Goeslaw; Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta tamu undangan lainnya.
Sementara itu Menteri Ekraf turut didampingi oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi.(LSI)
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
@gerbangpatriot