WILISPOST.COM, Medan - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan ancaman serangan terhadap Iran. Trump menyebut serangan yang akan dilancarkan kali ini akan sangat keras.
"Hari ini Iran akan diserang sangat keras!" ujar Trump melalui postingan di akun Truth Social-nya pada Sabtu (7/3/2026).
Ia juga menyatakan pihaknya akan memperluas serangan ke target-target baru. Trump mengancam akan menghancurkan Iran.
"Wilayah dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan sebagai target hingga saat ini sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan menghadapi kematian pasti, karena perilaku buruk Iran," pungkasnya. Ancaman ini muncul setelah AS dan Israel melancarkan serangan gabungan ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu Iran.
Serangan tersebut diklaim berhasil menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran. Sebelumnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas di kompleks kepemimpinannya pada Sabtu, 28 Februari 2026 lalu.
Kematiannya terjadi pada hari pertama serangan gabungan AS-Israel yang memicu perang di Timur Tengah.
Menanggapi situasi ini, Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran , Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini, menyatakan Iran sepenuhnya siap untuk "perang berkepanjangan" dengan AS dan Israel. Ia menambahkan, Iran siap memperkenalkan generasi baru persenjataan strategis yang belum pernah terlihat di medan perang.
Jenderal Iran tersebut menekankan bahwa gelombang serangan di bawah Operasi "Janji Sejati 4" yang telah dilakukan hingga saat ini, hanya menggunakan sebagian kecil dari kemampuan Iran yang sebenarnya.
"Inisiatif dan senjata baru Iran sebentar lagi," kata juru bicara tersebut pada Jumat kemarin (6/3/2026) lalu.
"Teknologi ini belum dikerahkan dalam skala besar. Musuh harus bersiap untuk serangan menyakitkan di setiap gelombang operasi yang akan datang," tutup Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naeini.
***