Ikuti Kami
Selasa, 10 Maret 2026 ⚡ Versi Web

Mendagri Tito Karnavian Soroti Penguatan UMKM dan Potensi Pasar Halal di Kepri

Penulis: Redaksi
Senin, 9 Maret 2026 | 12:21 WIB

Menurutnya, Indonesia harus mampu bersaing dan mengambil peran sebagai produsen, bukan hanya menjadi konsumen.

“Nah, jadi memang ironis, kita menjadi market yang diserbu oleh negara-negara yang bukan mayoritas muslim, tapi mereka memproduksi [produk halal]. Nah, kenapa enggak kita sendiri menguasai? Kira-kira seperti itu,” jelasnya. Lebih lanjut, Mendagri mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri.

Provinsi ini berhasil memanfaatkan kedekatan geografis dengan Singapura sebagai tujuan ekspor produk daerah. Berdasarkan data, Kepri mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,89 persen secara year-on-year (y-o-y) pada Triwulan IV Tahun 2025.

Angka ini berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,39 persen. Meski demikian, Mendagri mengingatkan pentingnya pemerataan ekonomi antara kawasan maju dengan wilayah kepulauan terluar.

Dalam konteks ini, ia mengapresiasi terobosan Bank Indonesia (BI) melalui sistem pembayaran QRIS. Sistem digital QRIS dinilai dapat dikembangkan lebih lanjut untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah .

Salah satunya dengan merancang sistem daring yang memungkinkan pajak konsumen dari hotel dan restoran langsung masuk ke kas daerah tanpa membebani masyarakat.

“Kami juga sedang membuat program agar bisa online. Jadi, begitu orang datang ke restoran dan membayar pajak, uangnya langsung masuk ke Dispenda,” ujar Muhammad Tito Karnavian.

Terakhir, Mendagri berharap penyelenggaraan Kepulauan Riau Ramadan Fair dapat terus dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah interaksi dan perputaran ekonomi di tingkat daerah.

Penulis: Redaksi
Senin, 9 Maret 2026 | 12:21 WIB
Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas