“Bagi kami itu luar biasa. Pak Gubernur Andra Soni memberi teladan bahwa adab harus didahulukan sebelum ilmu,” katanya. Bazari menilai sikap tersebut menjadi pesan moral penting bagi masyarakat.
Kepemimpinan yang baik tidak hanya dilihat dari kemampuan, tetapi juga dari akhlak dan penghormatan kepada para ulama dan guru.
“Karena itu mari kita bersama-sama menjadi orang yang mendahulukan adab dan akhlak daripada ilmu,” ujarnya. Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan bahwa dalam menjalankan pemerintahan, ia selalu berpegang pada visi pembangunan.
Visi tersebut adalah Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi. Gubernur mengaku terus mengingat pesan yang pernah disampaikan mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.
Pesan itu mengenai pentingnya keselarasan antara visi dan aksi dalam kepemimpinan.
“Aksi tanpa visi adalah ilusi, visi tanpa aksi adalah sensasi, dan tanpa visi serta aksi hanya menjadi angan-angan,” katanya. Menurut Andra Soni, masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Achmad Dimyati Natakusumah memang baru berjalan sekitar satu tahun lebih.
Namun, tahun pertama tersebut difokuskan untuk meletakkan fondasi pembangunan yang kuat.
“Kami baru bekerja sekitar satu tahun lebih. Tapi di tahun pertama ini kami berupaya meletakkan fondasi yang tepat untuk kemajuan Banten,” ujarnya. Gubernur juga menyampaikan terima kasih kepada MUI Banten yang selama ini terus memberikan dukungan, masukan, serta pendampingan.