Wagub Banten Paparkan Strategi Ketahanan Pangan ke Peserta Lemhanas
WILISPOST.COM, Banten Achmad Dimyati Natakusumah - Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah memaparkan strategi penguatan ketahanan pangan daerah. Paparan ini disampaikan saat menyambut peserta Studi Strategis Dalam Negeri Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX 2026.
Acara berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, pada Senin (9/3/2026). Dimyati menekankan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan Forkopimda dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Ia menjelaskan, wilayah Banten terbagi menjadi Utara dan Selatan. Wilayah Utara, seperti Tangerang Raya, didominasi oleh daerah industri.
Sementara itu, wilayah Selatan yang meliputi Kabupaten Pandeglang, Lebak, dan Serang merupakan daerah pertanian dan perkebunan. Menurut Dimyati, perkembangan industri di wilayah utara cukup signifikan.
Wilayah selatan Banten menjadi penyumbang lumbung pangan nasional ke-8. Pada tahun 2025, produksi padi Provinsi Banten melonjak 14,41 persen.
Angka ini naik dari 1,55 juta ton menjadi 1,77 juta ton. Perluasan lahan padi juga terjadi, dari 299.000 hektare menjadi 349.288 hektare.
“Hal itu sesuai dengan tema SSDN P4N LXIX tahun 2026 ini yakni kebijakan pangan nasional, menuju ketahanan pangan dan kesejahteraan Indonesia,” ujar Achmad Dimyati Natakusumah.
Pemprov Banten telah menerapkan berbagai kebijakan untuk mendukung swasembada padi berkelanjutan. Kebijakan itu antara lain optimalisasi irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian kepada kelompok tani, serta percepatan masa tanam.