Selasa, 10 Maret 2026
Login Kirim Tulisan

Sarasehan Budaya di Sleman Soroti Relasi Tegal dalam Kebudayaan Nuswantara

BAGIKAN:
Sarasehan Budaya di Sleman Soroti Relasi Tegal dalam Kebuday...
0
Iklan
Sarasehan Budaya di Sleman Soroti Relasi Tegal dalam Kebudayaan Nuswantara
Sarasehan Budaya di Sleman menyoroti kuatnya pesan leluhur dalam menjaga alam serta relasi budaya Tegal dengan kebudayaan Nuswantara. (Dok. Ist)

Padahal, pengetahuan leluhur sebenarnya sarat makna ekologis. Menurutnya, dominasi cara pandang Barat dalam ilmu pengetahuan sering membuat kearifan lokal dipandang sekadar tradisi tanpa dasar ilmiah.

“Kita ini sudah berjarak pada pengetahuan, khususnya pengetahuan leluhur,” ujar Dr Mohammad Eka Yulianto.

Dosen Teknik Geologi Universitas Mulawarman, Dr Retno Anjarwati, menambahkan kawasan lereng Gunung Slamet memiliki karakter batuan vulkanik. Batuan ini subur namun rentan longsor.

Karena itu, ia menilai kearifan lokal perlu dihidupkan kembali. Tujuannya agar masyarakat lebih sadar menjaga lingkungan.

Senada dengan itu, budayawan Ki Herman Sinung Janutama menegaskan posisi Tegal sangat penting dalam peta kebudayaan Nusantara.

“Berbicara Tegal identitasnya berbeda dengan yang lain karena posisinya berada di tengah Pulau Jawa,” ujar Ki Herman Sinung Janutama.

Teguh Puji Hartono menutup diskusi dengan menekankan pentingnya membangun kembali infrastruktur kebudayaan. agar pengetahuan tradisi dapat hidup dan membimbing kebijakan pembangunan yang lebih bijak.

***

Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 10 Maret 2026, 12:32 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini