Dimyati juga menyampaikan bahwa Provinsi Banten memiliki tingkat kemandirian fiskal yang cukup tinggi.
"Secara kekuatan finansial APBD, Banten menjadi peringkat pertama secara nasional dengan tingkat kemandirian fiskal mencapai sekitar 80 persen," ujar Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah.
Ia menambahkan, sebagian besar pembiayaan pembangunan di Banten bertumpu pada pendapatan asli daerah . Selain padi, Pemprov Banten juga mengembangkan komoditas pangan lainnya, termasuk jagung.
Dalam upaya mendorong swasembada jagung, Pemprov Banten menjalin kolaborasi dengan Polda Banten. Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan data terkait jagung.
Pada tahun 2025, luas tanam jagung di Banten mencapai 2.498,5 hektare. Angka tersebut setara dengan 99,94 persen dari target Mabes Polri sebesar 2.500 hektare.
Produksi jagung pada tahun yang sama mencapai 2.997,1 ton.
"Pada 2026, Polda Banten menargetkan perluasan lahan tanam jagung seluas 3.775,42 hektare," kata Kapolda Banten Irjen Pol Hengki.
Ia menambahkan, hingga kuartal pertama tahun ini, realisasi tanam sudah mencapai 406,27 hektare. Sementara itu, Wakil Gubernur Lemhannas Laksamana Madya TNI Edwin menjelaskan tentang program P4N.