Wali Kota Serang Targetkan Peringkat 10 Besar Nasional Digitalisasi Keuangan Daerah
"Target kita tahun ini masuk 10 besar. Untuk itu, seluruh OPD harus menghilangkan ego sektoral dan bersinergi, melibatkan perbankan dan Bank Indonesia agar ekosistem keuangan digital kita benar-benar terbangun utuh," ujar Hari Pamungkas.
Hari Pamungkas menambahkan, Pemkot Serang berharap dapat meningkatkan literasi masyarakat dan kemandirian fiskal melalui komitmen ini. juga untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah yang bersih, transparan, dan berdampak langsung bagi kesejahteraan warga.
Sebelumnya, Kabid Perencanaan, Penyuluhan, dan Pengendalian Bapenda, Siti Nurfitriawati, dalam laporannya menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar tren. Digitalisasi merupakan instrumen vital untuk mencegah kebocoran pendapatan, meningkatkan akurasi data, dan memudahkan masyarakat memenuhi kewajiban perpajakan.
"Digitalisasi adalah kunci efisiensi dan transparansi. Kami berkomitmen memperkuat integrasi sistem pembayaran agar setiap rupiah pendapatan daerah tercatat elektronik dan masuk ke kas daerah secara real time," kata Siti Nurfitriawati.
HLM ini dihadiri oleh tokoh kunci di bidang keuangan dan perbankan. Mereka antara lain Direktur Pendapatan Daerah Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemenag, Dr. Teguh Narutomo, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Agus Suwiran, serta Direktur Utama Bank Banten.
Dalam diskusi, mereka mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki. Area tersebut meliputi digitalisasi retribusi pasar dan parkir, optimalisasi kanal pembayaran, hingga integrasi virtual akun di layanan kesehatan seluruh Puskesmas.
"Pemkot Serang berharap seluruh OPD memiliki komitmen yang sama untuk mengalihkan seluruh transaksi penerimaan tunai menjadi nontunai mulai Semester 2 2026," tutup Siti Nurfitriawati.
***