Selasa, 10 Maret 2026
Login Kirim Tulisan

Warga Binaan Lapas Bandar Lampung Sukses Budidaya Semangka Hidroponik

BAGIKAN:
Warga Binaan Lapas Bandar Lampung Sukses Budidaya Semangka H...
0
Iklan
Warga Binaan Lapas Bandar Lampung Sukses Budidaya Semangka Hidroponik
Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung berhasil membudidayakan semangka dengan sistem hidroponik yang tumbuh subur. (Dok. Ist)

WILISPOST.COM, Lampung - Warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung berhasil membudidayakan semangka menggunakan sistem hidroponik. Tanaman semangka tersebut tampak tumbuh subur di area kebun Raja Hidro pada Selasa, 10 Maret.

Keberhasilan ini merupakan hasil inovasi pembinaan kemandirian di Lapas tersebut. Para warga binaan sebelumnya telah mendapatkan pelatihan serta pendampingan intensif dari petugas yang berkompeten.

Petugas Pelaksana Bidang Kegiatan Kerja, Widianto, menjelaskan program budidaya ini adalah langkah maju institusi. Ini menunjukkan adopsi teknologi tepat guna dalam pertanian modern.

"Budidaya semangka ini merupakan wujud nyata dari inovasi pertanian modern yang kami terapkan di sini," ujar Widianto.

"Melalui perawatan yang teliti dan terukur, tanaman ini tumbuh dengan sangat subur."

Widianto menambahkan, pihaknya yakin semangka ini akan menghasilkan buah berkualitas tinggi. Semangka tersebut siap memberikan manfaat bagi masyarakat saat masa panen tiba nanti.

Kepala Bidang Kegiatan Kerja Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung, Medi Oktafiansyah, menegaskan program pertanian modern ini bagian dari peta jalan pembinaan kemandirian yang lebih besar. Program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang.

"Seluruh warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Bandar Lampung akan selalu kami bekali dengan beragam keterampilan produktif dan pelatihan yang berorientasi pada pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah," kata Medi Oktafiansyah.

Keberhasilan awal budidaya semangka hidroponik ini menjadi bukti konkret bahwa tembok pemasyarakatan tidak pernah menjadi penghalang untuk terus berkarya. Lingkungan pembinaan kini telah bertransformasi menjadi sarana edukasi produktif guna mencetak individu yang siap kembali ke tengah masyarakat.

"Harapan kami sangat jelas, agar saat mereka menghirup udara bebas nanti, bekal ilmu terapan ini dapat langsung dipraktikkan, menjadi sumber penghidupan yang mandiri, dan pastinya bermanfaat bagi masyarakat luas," tutup Medi Oktafiansyah.

***

Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 10 Maret 2026, 16:32 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE