WILISPOST.COM, Banten - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Amrullah, melantik 17 pejabat manajerial dan fungsional. Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Banten pada Jumat kemarin (6/3/2026).
Pelantikan ini bertujuan memperkuat tata kelola organisasi serta meningkatkan kinerja pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kakanwil dan disaksikan jajaran pejabat eselon III di lingkungan Kanwil Kemenag Banten.
Dalam sambutannya, Amrullah menegaskan bahwa pelantikan pejabat bukan sekadar seremonial. Ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
"Jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan integritas, profesionalitas, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Amrullah.
Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat bekerja secara optimal. Mereka juga diminta menjaga sinergi serta mampu menghadirkan inovasi dalam menjalankan tugas.
Amrullah juga mengingatkan pentingnya memperkuat kolaborasi di lingkungan kerja. Tujuannya agar setiap program dan kebijakan Kementerian Agama dapat berjalan efektif serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, tantangan pelayanan keagamaan ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, diperlukan aparatur yang adaptif, responsif, dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
"Teruslah bekerja dengan penuh keikhlasan, menjaga kepercayaan publik, serta memastikan setiap kebijakan dan program Kementerian Agama benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tambah Amrullah. Pelantikan ini diharapkan mampu memperkuat struktur organisasi.
Selain itu, juga meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten. Acara ditutup dengan doa bersama serta pemberian ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik.
Momentum tersebut menjadi harapan baru untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, transparan, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
***