BPBD Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Kebakaran Selama Ramadan
TANGERANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama bulan suci Ramadan. Peningkatan aktivitas memasak saat sahur dan berbuka puasa dinilai berpotensi menimbulkan risiko kebakaran jika tidak diiringi kehati-hatian.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menyampaikan imbauan ini di Ruang Command Center BPBD Kota Tangerang, Banten, pada Selasa 21/10/25. Ia menekankan pentingnya kesadaran akan keselamatan di tengah aktivitas dapur yang meningkat. BPBD mengingatkan agar masyarakat selalu memastikan kompor dalam kondisi mati setelah selesai digunakan.
Baik saat memasak sahur maupun berbuka puasa, aktivitas memasak harus selalu diawasi dan tidak ditinggalkan dalam kondisi api masih menyala. “Peningkatan aktivitas di dapur saat Ramadan perlu diimbangi dengan kesadaran akan keselamatan. Kelalaian kecil bisa berakibat fatal dan memicu kebakaran,” demikian imbauan BPBD dalam keterangannya. Selain faktor dapur, BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk tidak bermain petasan.
Petasan berpotensi memicu percikan api dan menyebabkan kebakaran, terutama di lingkungan permukiman padat penduduk. Masyarakat juga dianjurkan menyiapkan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah. Ini sebagai langkah antisipasi awal jika terjadi kebakaran.
BPBD turut mengingatkan pentingnya memeriksa instalasi listrik secara berkala. Kabel yang terkelupas, stop kontak bertumpuk, serta peralatan listrik yang dibiarkan terhubung saat tidak digunakan dapat meningkatkan risiko korsleting. Untuk itu, masyarakat diminta mencabut steker peralatan listrik yang tidak dipakai.
Penggunaan lilin juga menjadi perhatian, di mana BPBD mengimbau masyarakat menghindari penggunaan lilin sebagai sumber penerangan. Masyarakat disarankan menggantinya dengan lampu yang lebih aman serta sesuai standar keselamatan. Melalui imbauan ini, BPBD berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan aman dan nyaman tanpa gangguan musibah kebakaran.
Partisipasi aktif seluruh warga dalam menerapkan langkah-langkah pencegahan dinilai menjadi kunci utama. untuk meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan rumah tangga selama bulan Ramadan.
***