Menurutnya, kemuliaan Ramadhan tidak bisa dilepaskan dari Al-Qur’an. Bahkan Rasulullah ﷺ mendapatkan kemuliaan sebagai Sayyidul Anbiya karena menerima mukjizat terbesar berupa Al-Qur’an. Malaikat Jibril pun dikenal sebagai Sayyidul Malaikah karena diamanahi menyampaikan wahyu tersebut kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Ustadz Syahruddin juga mengutip sabda Rasulullah ﷺ. "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari).
Ia mengibaratkan hubungan manusia dengan Al-Qur’an seperti tanaman dalam pot. "Tanaman yang ada di dalam pot, kalau tidak disiram dan tidak diurus, maka ia akan layu. Tetapi bila Al-Qur’an ditinggalkan, maka bukan Al-Qur’annya yang layu, melainkan manusianya yang akan layu," tuturnya. Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah sumber kemuliaan dan penolong di akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda. "Bacalah Al-Qur’an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim)
Karena itu, Ustadz Syahruddin mengajak para wartawan menjadikan Ramadhan sebagai momentum kembali kepada Al-Qur’an. Ia adalah Ketua Umum Yayasan Rumah Berkah Nusantara dan wartawan sajada.id.
Ajakan tersebut meliputi membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan profesi jurnalistik. "Mereka yang senantiasa membersamai Al-Qur’an akan senantiasa dimuliakan Allah SWT, bukan hanya di dunia tetapi juga di akhirat," tegasnya. Kegiatan buka puasa dan Tarawih perdana ini diakhiri dengan doa bersama.
Doa tersebut dipanjatkan agar Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh anggota PWI Kota Depok dan keluarga besar insan pers di Kota Depok. Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Qur’ani, PWI Kota Depok berharap Ramadhan menjadi momentum.
Harapan ini untuk memperkuat integritas, spiritualitas, serta solidaritas di antara para wartawan.
***