Ikuti Kami
Selasa, 3 Maret 2026 ⚡ Versi Web

Anggota DPR Nasim Khan Minta Penyalur PMI Ilegal Ditindak Tegas Usut Kasus Ratna Ningsih

Penulis: Redaksi
Selasa, 3 Maret 2026 | 09:53 WIB

WILISPOST.COM, Situbondo - Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PKB, HM Nasim Khan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kasus yang menimpa Ratna Ningsih (39). Ratna adalah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Semambung, Kecamatan Jatibanteng, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang diduga menjadi korban calo atau tekong pemberangkatan PMI ilegal.

Nasim Khan menjelaskan, Ratna Ningsih sempat mengunggah video di media sosial.

Dalam video tersebut, Ratna meminta bantuan Presiden RI, anggota DPR RI, dan Bupati Situbondo agar segera dipulangkan ke Indonesia dari Arab Saudi.

"Ratna Ningsih (39), dalam unggahan video di akun media sosial, meminta bantuan kepada Presiden RI, anggota DPR RI, dan Bupati Situbondo memohon agar segera dipulangkan ke Indonesia dari Arab Saudi," jelas Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur III, Fraksi PKB, HM Nasim Khan. Menurut hasil penelusuran Tim Nasim Khan Indonesia, Ratna Ningsih menghubungi keluarganya secara sembunyi-sembunyi melalui sambungan telepon.

Ratna mengaku mengalami tekanan berat dan ancaman dari majikannya, bahkan diancam akan dijual kepada orang lain.

"Hal ini tidak bisa dianggap kasus biasa. Apabila benar ada ancaman Ratna Ningsih untuk dijual kembali, maka ini sudah mengarah pada dugaan tindak pidana perdagangan orang. Untuk itu, negara harus hadir," kata Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKB, HM Nasim Khan melalui sambungan selulernya, pada Selasa (3/3/2026).

Nasim Khan menegaskan, praktik pemberangkatan PMI secara ilegal membuka celah besar terjadinya eksploitasi, kekerasan, hingga perdagangan manusia.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan yang terlibat, mulai dari tingkat desa hingga pihak yang memfasilitasi keberangkatan ke luar negeri.

Penulis: Redaksi
Selasa, 3 Maret 2026 | 09:53 WIB

Tags

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

↑ Kembali ke atas