6 Ilustrator Indonesia Berbagi Pengalaman Berkolaborasi untuk Film Ghost in the Cell
Wilispost.com- Joko Anwar, penulis dan sutradara film Ghost in the Cell, mengajak enam ilustrator Indonesia berskala dunia untuk berkolaborasi dalam proyek film horor komedi terbarunya.
Keenam ilustrator tersebut adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy AO.
Mereka bertugas membuat konsep seni "instalasi kengerian" yang akan ditampilkan dalam film Ghost in the Cell. Joko Anwar ingin film ini tidak hanya menjadi sebuah film, tapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal.
"Sejak awal saya ingin Ghost in the Cell tidak hanya menjadi film, tapi juga ruang kolaborasi lintas seni bagi seniman-seniman lokal. Indonesia punya begitu banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan unik," ujar Joko Anwar kepada para media (4/3/26).
Anwita Citriya, salah satu ilustrator yang terlibat, dikenal karena kemampuannya membangkitkan reaksi emosional yang kuat melalui cerita dan karya seninya.
Ia telah bekerja sama dengan banyak penerbit ternama dan telah menghasilkan karya-karya yang sangat populer.
Benediktus Budi, di sisi lain, memiliki gaya ilustrasi digital yang gelap dan mengerikan. Ia telah mengerjakan ilustrasi untuk merchandise dan poster film, serta telah bekerja sama dengan banyak band dan artis terkenal.
Benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy AO juga memiliki kontribusi yang signifikan dalam menciptakan konsep seni yang unik dan mengerikan untuk film Ghost in the Cell. Mereka semua memiliki latar belakang dan gaya yang berbeda-beda, namun semua memiliki satu tujuan yang sama.