WILISPOST.COM, Tangerang Sachrudin - Pemerintah Kota Tangerang terus mematangkan persiapan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Wali Kota Tangerang Sachrudin memastikan koordinasi lintas sektoral untuk stabilitas harga pangan dan infrastruktur jalan.
Koordinasi ini bertujuan melancarkan arus mudik Lebaran di Kota Tangerang. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kewilayahan Pemkot Tangerang pada Rabu kemarin (4/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri oleh kepala Organisasi Perangkat Daerah, camat, dan lurah se-Kota Tangerang. Pembahasan mencakup pelayanan selama Ramadan dan persiapan Lebaran yang kurang dua pekan lagi.
Wali Kota Sachrudin menekankan pentingnya ketersediaan dan stabilitas harga pangan di pasar. Ia juga menyoroti penanganan infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat.
"Kami baru saja melakukan rapat bersama membahas pelayanan selama Ramadan dan persiapan menjelang Lebaran yang kurang dua pekan lagi. Kita terus koordinasikan agar semuanya berjalan lancar baik mengenai ketersediaan dan stabilitas harga pangan di pasar sampai infrastruktur jalan yang masih menjadi keluhan masyarakat bisa ditangani sebaik-baiknya," ujar Sachrudin di Puspem Kota Tangerang.
Pemkot Tangerang akan meningkatkan proyek perbaikan jalan. Ini untuk memastikan semua ruas jalan kota dalam kondisi layak dilalui para pemudik yang melewati wilayah tersebut.
Berdasarkan rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten, Pemkot Tangerang menargetkan perbaikan jalan rampung selambat-lambatnya seminggu sebelum Hari Raya Idulfitri. Perbaikan jalan secara intensif sudah dilakukan beberapa bulan terakhir.
"Setelah ini, kami akan meningkatkan target sekaligus percepatan proses perbaikan jalannya untuk memastikan semuanya dapat dilalui dengan aman dan nyaman," tambah Sachrudin. Selain itu, Pemkot Tangerang juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ini penting selama arus mudik Lebaran nanti dengan mengaktivasi pos ronda dan sejenisnya. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kriminalitas yang dapat merugikan masyarakat.
***