Sabtu, 7 Maret 2026
Login Kirim Tulisan

Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan 160 Tokoh Ormas Islam, Bahas Isu Strategis

BAGIKAN:
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan 160 Tokoh Ormas Is...
0
Iklan
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dengan 160 Tokoh Ormas Islam, Bahas Isu Strategis
Presiden Prabowo Subianto bersilaturahmi dengan 160 tokoh organisasi kemasyarakatan Islam membahas isu-isu strategis di Istana Kepresidenan. (Dok. Ist)

WILISPOST.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi bersama sekitar 160 ulama dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam. Pertemuan ini berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, 5 Maret 2026.

Acara tersebut menjadi forum dialog antara pemerintah dan para ulama. Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam ini membahas berbagai isu strategis.

Isu yang dibahas termasuk dinamika geopolitik global dan upaya diplomasi Indonesia. Diplomasi ini bertujuan mendorong perdamaian di Timur Tengah.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga memaparkan alasan dan proses panjang keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace . BoP adalah forum mengenai perdamaian Palestina.

Presiden Prabowo menegaskan keputusan tersebut merupakan langkah konkret. Ini adalah upaya untuk mengurangi jumlah konflik dan korban di Palestina.

"Keputusan ini pun juga telah melalui komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin negara mayoritas Islam dan negara kawasan Timur Tengah yaitu Turkiye, Arab Saudi, Mesir, Qatar, UAE, Pakistan, Yordania, Kuwait, dan Bahrain," jelas Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data dan fakta, jumlah konflik dan korban di Gaza telah menurun drastis.

Penurunan ini terjadi sejak perjanjian damai Gaza Palestina ditandatangani di Sharm El-Sheikh Mesir pada Oktober 2025. Dalam enam bulan terakhir, jumlah konflik dan korban di Gaza menjadi sekitar 600 hingga 1.000 jiwa.

"Sementara itu, jumlah korban pada periode 2024-2025 mencapai lebih dari 70.000 jiwa," pungkas Presiden Prabowo Subianto.

Meski demikian, penghentian konflik secara total tidak bisa seketika. Masih ada beberapa konflik dan korban berjatuhan, namun dengan jumlah yang sangat jauh berkurang.

***

Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 6 Maret 2026, 21:28 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Tags

Terkini