Ikuti Kami
Selasa, 10 Maret 2026 ⚡ Versi Web

MPM PP Muhammadiyah Salurkan Kado Ramadan bagi Kelompok Dampingan

Penulis: Redaksi
Minggu, 8 Maret 2026 | 11:54 WIB

WILISPOST.COM, Sleman - Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan bertajuk Forum Inklusi Sosial: Pengajian dan Pembagian Kado Ramadan di Gedung AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (8/3/2026). 

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan sekaligus penguatan jaringan pemberdayaan masyarakat akar rumput. 

Forum tersebut juga diwarnai suasana kebersamaan dengan pembagian kado Ramadan menjelang Idul Fitri.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri sekitar 600 peserta dari berbagai kelompok dampingan. 

Mereka berasal dari 11 kluster masyarakat marginal yang selama ini mendapatkan pendampingan Muhammadiyah. 

“Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kelompok difabel, pedagang asongan, pemulung, petani, nelayan hingga kelompok miskin kota lainnya,” ujar Nurul Yamin dalam sambutannya.

Menurutnya, agenda ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari strategi pemberdayaan berkelanjutan. 

Ia menegaskan bahwa tujuan utama program pendampingan adalah membangun kemandirian masyarakat. 

“Kami ingin para dampingan tidak terus-menerus menjadi mustahik. 

Harapannya mereka bisa bertransformasi menjadi kelompok yang mandiri, bahkan menjadi muzakki yang mampu berbagi kepada sesama,” katanya. 

Ia menambahkan, sebagian dampingan kini sudah mulai menyalurkan zakat dan sedekah melalui Lazismu PP Muhammadiyah.

Lebih jauh, Nurul Yamin juga memaparkan berbagai program pemberdayaan yang telah menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). 

“Di NTT, kami menghadirkan fasilitas air bersih di Desa Triuk, Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang kini dimanfaatkan sekitar 600 warga. 

‎"Sementara di Papua Barat, kami mendampingi Suku Kokoda di Sorong hingga mampu bertransformasi dari kehidupan nomaden menjadi kampung modern yang berkemajuan,” jelasnya. 

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, seperti UMY, Lazismu, Danone, Maybank Syariah, Zurich Syariah, UNISA, UAD, ICMI, hingga Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. 

“Semangat inklusivitas harus terus dirawat agar kelompok marginal semakin berdaya dan berkontribusi bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (waw)

Penulis: Redaksi
Minggu, 8 Maret 2026 | 11:54 WIB
Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Jaksa Agung Luncurkan Mekanisme DPA dan Denda Damai

Selasa, 10 Maret 2026 | 15:05 WIB
↑ Kembali ke atas