Sarasehan Budaya di Sleman Soroti Relasi Tegal dalam Kebudayaan Nuswantara
WILISPOST.COM, Tegal - Sarasehan budaya di Sleman membahas relasi budaya Tegal dengan tatanan besar kebudayaan Nuswantara. Diskusi ini menyoroti kuatnya pesan leluhur dalam menjaga alam.
Acara bertajuk “Mangku Pancuran Sewu: Telaah atas Relasi Budaya Tegal terhadap Tatanan Besar Kebudayaan Nuswantara” tersebut digelar di sebuah kafe. Lokasinya berada di Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman.
Dewan Pengarah Dewan Kebudayaan Kabupaten Tegal, Teguh Puji Hartono, menyebut Tegal sejak lama menjadi ruang pertemuan berbagai budaya. Kawasan ini menerima pengaruh dari penjuru Nusantara hingga dunia.
"Sejarah kawasan ini memangku berbagai macam kebudayaan dari bang wetan maupun bang kulon, bahkan dunia,” ujar Teguh Puji Hartono.
Dalam diskusi itu, Teguh juga menyinggung pesan penting dari tokoh pendiri Tegal, Ki Gede Sebayu. Ki Gede Sebayu menempatkan air sebagai simbol utama kehidupan masyarakat.
Ia menegaskan kepemimpinan di Tegal sejak dahulu memiliki filosofi kuat terkait pengelolaan alam.
“Pemimpin Tegal itu harus bisa menata jalannya air,” kata Teguh Puji Hartono menirukan pesan leluhur tersebut.
Pesan ini tidak hanya bermakna pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga tata kehidupan masyarakat. Sementara itu, alumnus UGM, Dr Mohammad Eka Yulianto, menilai masyarakat modern saat ini mulai menjauh dari pengetahuan leluhur.