
SERANG // Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan monitoring kegiatan Demonstration Farming (Denfarm) intensifikasi padi sawah di lokasi percontohan yang berlokasi di Desa Pamengkang, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Banten. Monitoring ini dilakukan untuk menilai hasil ubinan dan mengevaluasi produktivitas dari program intensifikasi padi sawah yang dilaksanakan melalui dukungan bantuan penuh dari pemerintah Provinsi.
Program intensifikasi ini dijalankan bersama Kelompok Tani "Matang" dengan total luas lahan seluas 10 hektare. Petani menanam varietas padi Inpari 32 pada 9 Juni 2025 dan melakukan panen pada 8 September 2025.
Bantuan yang diberikan dalam program ini meliputi paket lengkap untuk 10 hektare lahan, yaitu benih padi varietas Inpari 32 sebanyak 250 kilogram, pupuk NPK sebanyak 500 kilogram, serta pupuk organik sebanyak 5.000 kilogram.
Evaluasi Hasil Ubinan
Dari hasil pengukuran ubinan di lahan percontohan dengan ukuran 2,5 meter × 2,5 meter, diperoleh hasil panen sebesar 5,8 kilogram. Setelah dikalibrasi dan dikonversi dengan asumsi faktor loss panen sebesar 16–20 persen, hasil panen dikalkulasi mencapai 7,49 kilogram per petak ubinan.
Dari hasil ini, produktivitas diperkirakan mencapai 7,8 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP), angka yang dinilai sangat baik untuk kategori intensifikasi sawah dengan pola tanam yang optimal.
Secara teknis, jumlah rumpun dalam luasan 6,25 m² mencapai 90 rumpun, dengan rata-rata jumlah anakan produktif sebanyak 20 per rumpun dan rata-rata jumlah bulir per malai sebanyak 130 bulir.
Dorong Swasembada dan Efisiensi
Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten menyatakan bahwa hasil monitoring ini menunjukkan efektivitas penerapan paket intensifikasi dalam meningkatkan produktivitas petani di lapangan. Ke depan, metode ini akan terus diperluas ke wilayah-wilayah lain dengan potensi lahan sawah produktif.
“Model denfarm seperti ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Kami berharap capaian ini menjadi pemicu semangat bagi kelompok tani lainnya,” ujar perwakilan Dinas Pertanian di lokasi kegiatan.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan daerah, sekaligus menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan.