Selasa, 10 Februari 2026

Mukhtarudin Dilantik, Lima Kementerian Tersentuh Reshuffle Kabinet Prabowo

Mukhtarudin Dilantik, Lima Kementerian Tersentuh Reshuffle Kabinet Prabowo

JAKARTA // Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mukhtarudin sebagai Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) sekaligus Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), menggantikan Abdul Kadir Karding. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025), sebagai bagian dari perombakan Kabinet Merah Putih yang mencakup lima kementerian strategis.

Presiden Prabowo memimpin langsung pengucapan sumpah jabatan dan meminta para pejabat baru untuk bekerja sepenuh hati bagi kepentingan rakyat.

"Saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Prabowo, disambut ucapan "Amin" dari para hadirin.

Pelantikan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara, para menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga, serta tokoh masyarakat.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa reshuffle kabinet dilakukan setelah Presiden Prabowo melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sejumlah kementerian.

"Atas berbagai perkembangan, masukan, dan evaluasi yang dilakukan terus-menerus oleh Bapak Presiden, maka pada sore hari ini diputuskan untuk melakukan perubahan susunan Kabinet Merah Putih pada beberapa jabatan kementerian," ujar Prasetyo.

Lima kementerian yang mengalami perombakan meliputi:

Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)

Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM)

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)

Penunjukan Mukhtarudin disebut berdasarkan rekam jejaknya yang dinilai tegas, visioner, serta memiliki kedekatan dengan isu-isu pekerja migran. Ia dipercaya mampu melakukan reformasi besar-besaran dalam sistem perlindungan pekerja migran, termasuk memperkuat diplomasi bilateral dengan negara-negara penempatan.

"Mukhtarudin kini memegang tanggung jawab besar untuk memastikan hak-hak pekerja migran terpenuhi, serta meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia di luar negeri," ujar Prasetyo.

Presiden Prabowo menyebut reshuffle ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat soliditas pemerintahan dan mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Dengan masuknya sejumlah sosok baru, diharapkan kinerja kementerian strategis dapat meningkat secara signifikan.