Selasa, 10 Februari 2026

Ojol Tangsel Gelar Aksi Damai Klarifikasi Sikap Terkait Kericuhan di Jakarta

Ojol Tangsel Gelar Aksi Damai Klarifikasi Sikap Terkait Kericuhan di Jakarta

TANGSEL // Puluhan pengemudi ojek online (Ojol) bersama organisasi pemuda dan tokoh masyarakat di Kota Tangerang Selatan menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Tangsel, Senin (1/9/25). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk klarifikasi sekaligus penegasan sikap atas kericuhan yang sempat terjadi di sejumlah wilayah DKI Jakarta pasca meninggalnya seorang driver Ojol bernama Affan Kurniawan beberapa waktu lalu.

Rombongan ojol Tangsel diterima langsung oleh pimpinan dan anggota DPRD Kota Tangsel. Dalam pertemuan itu, mereka menyampaikan aspirasi serta keresahan terkait maraknya aksi anarkis yang sering dikaitkan dengan komunitas ojek online.

Ketua Keluarga Besar Ojol Kota Tangsel, Jaja, menegaskan bahwa komunitas ojol di wilayahnya tidak pernah mengajarkan tindakan anarkis dalam menyampaikan aspirasi. Ia menuturkan, aksi perusakan yang terjadi di Jakarta bukanlah cerminan sikap komunitas ojol sesungguhnya.

“Sebenarnya kita ingin mengamankan wilayah, karena melihat di tempat-tempat lain sudah banyak pembakaran aset rakyat dan gedung DPR. Bahkan ada rumah masyarakat yang terkena imbas dari aksi demo itu,” ujar Jaja.

Ia menambahkan, komunitas ojol Tangsel selalu menekankan pentingnya menyuarakan pendapat secara tertib dan tidak merusak fasilitas umum. Menurutnya, banyak pihak yang diduga hanya menggunakan atribut ojol untuk memicu keributan.

“Awalnya demo memang ojol, tapi sebenarnya kami tidak ada yang anarkis. Setelah kejadian kemarin, komunitas kami menarik semua. Jadi kemungkinan besar banyak yang ikut-ikut hanya memakai atribut saja, padahal tidak punya aplikasi. Kalau kami ojol yang punya komunitas jelas tertata. Demo pun ada orasi, bukan merusak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Jaja meminta pihak berwenang untuk lebih cermat mengidentifikasi peserta aksi dengan memeriksa aplikasi di ponsel mereka.

“Kalau dia tidak punya aplikasi, itu bukan ojol. Itu hanya oknum yang numpang bikin keributan. Kami ingin ojol tidak punya musuh, apalagi dengan aparat penegak hukum,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangsel, Abdul Rasyid, mengapresiasi sikap komunitas ojol yang datang menyampaikan aspirasi secara damai. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan semangat menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Tangsel.

“Pada hari ini kami dari DPRD memberikan apresiasi kepada masyarakat, khususnya rekan-rekan ojol yang hadir. Pantauan kami sampai tingkat RT menunjukkan adanya kesamaan pandangan untuk menjaga Kota Tangerang Selatan dengan tagline Jaga Tangsel Kota Kita Bersama,” ujar Abdul Rasyid.

Ia menegaskan pentingnya kebulatan tekad dari berbagai elemen masyarakat agar Tangsel tetap aman dan nyaman bagi seluruh warganya. Abdul Rasyid juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang beredar.

“Imbauannya, mari kita saling waspada dengan situasi hari ini. Jaga keluarga, jaga kampung, jaga wilayah, dan yang terpenting jangan mudah terprovokasi,” pungkasnya.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat memahami bahwa aksi anarkis yang terjadi di luar Tangsel tidak mewakili sikap komunitas ojol di wilayah Tangerang Selatan yang tetap berkomitmen menjaga ketertiban.