Selasa, 10 Februari 2026

Serangan Balasan Iran ke Israel: Rudal Besar-Besaran Menghantam Israel

Serangan Balasan Iran ke Israel: Rudal Besar-Besaran Menghantam Israel

Serangan balasan itu terjadi setelah dimulainya serangan besar-besaran Israel terhadap iran.

Wilispost.com- Iran telah meluncurkan rentetan rudal terbesarnya ke Israel, menghantam beberapa kota termasuk Tel Aviv, dan menyebabkan kerusakan yang meluas. Serangan balasan itu terjadi setelah dimulainya serangan besar-besaran Israel terhadap iran pada (13/6).

Menurut laporan, Iran meluncurkan puluhan hingga ratusan rudal balistik ke Israel, yang digambarkan sebagai serangan Iran paling kuat terhadap Israel hingga saat ini. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan mengonfirmasi bahwa puluhan target di dalam Israel terkena serangan, termasuk pusat militer dan pangkalan udara Israel.

" Tidak akan ada tempat yang aman di Israel.. Balas dendam kami akan menyakitkan. Musuh Zionis akan membayar harga yang mahal karena membunuh para pemimpin kami, cendekiawan kami, dan rakyat kami," kata seorang pejabat Iran kepada Reuters.

Serangan tersebut menyebabkan 21 orang terluka, termasuk dua orang dalam kondisi kritis. Beberapa orang juga terjebak di satu gedung di Tel Aviv yang terkena rudal Iran.

Komandan Polisi Distrik Tel Aviv menggambarkan serangan itu sebagai insiden besar yang memengaruhi banyak lokasi. Beberapa bangunan hancur sebagian atau seluruhnya, dan puluhan bangunan dan kendaraan terkena rudal Iran atau rusak oleh pecahan dari sistem pencegat Israel.

Israel mengaktifkan semua sistem pertahanan udara yang tersedia, termasuk Iron Dome dan platform intersepsi jarak jauh, untuk menghadapi serangan tersebut. Pasukan AS juga membantu mencegat rudal yang masuk.

Serangan Iran ini merupakan balasan atas serangan Israel pada Jumat (13/6) yang mengincar fasilitas nuklir Iran dan permukiman di Teheran. Serangan tersebut menyebabkan 78 orang tewas dan lebih dari 300 orang terluka, termasuk enam ilmuwan nuklir. Dua sumber Iran juga melaporkan bahwa 20 komandan senior Iran tewas dalam serangan tersebut.

Penerbangan juga terganggu akibat serangan tersebut, dengan beberapa maskapai penerbangan membatalkan penerbangan dan meninggalkan wilayah udara di atas Israel, Iran, Irak, dan Yordania.