
SERANG // Pemerintah Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, mulai mengembangkan budidaya cabai merah sebagai upaya diversifikasi pertanian dan peningkatan pendapatan warga. Program ini didanai melalui Dana Desa Tahun 2025, dengan lahan uji coba seluas satu hektare dan jumlah tanaman mencapai 15 ribu pohon cabai merah.
Penjabat Kepala Desa Sukajaya, Suryadi, mengatakan pengembangan tanaman cabai ini dilakukan secara bertahap, mengingat sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya masih digunakan untuk menanam padi.
“Kami mulai dari satu hektare dulu sambil melihat hasilnya. Mudah-mudahan nanti saat panen, harga cabai sedang bagus agar petani lebih semangat,” ujar Suryadi di Sukajaya, Senin (8/9/2025).
Belum Ada Jaringan Pemasaran
Hingga saat ini, Pemerintah Desa Sukajaya belum menjalin kerja sama pemasaran hasil panen dengan pihak luar, baik dari sektor pemerintah maupun swasta. Namun, Suryadi memastikan bahwa hasil panen nantinya akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
“Belum ada kerja sama dengan dinas pertanian atau perusahaan, tapi nanti pengelolaannya lewat BUMDes. Kita ingin agar hasilnya bisa langsung memberi manfaat ekonomi bagi warga,” katanya.
Antisipasi Risiko Gagal Panen
Terkait risiko pertanian seperti serangan hama atau cuaca ekstrem, Suryadi mengakui pihaknya belum menyiapkan strategi teknis yang spesifik. Meski demikian, ia berharap uji coba ini dapat berjalan lancar hingga masa panen.
“Kita lihat situasi dan kondisi di lapangan. Harapannya tentu tidak gagal panen,” ujarnya.
Rencana Perluasan Lahan
Apabila program uji coba ini berhasil dan menghasilkan panen yang menjanjikan, Pemerintah Desa Sukajaya berencana memperluas areal tanam cabai di masa mendatang. Langkah ini diharapkan dapat menjadi model ekonomi baru bagi desa berbasis pertanian hortikultura.
“Kalau hasilnya bagus, tentu akan kami tambah lahannya,” kata Suryadi singkat.
Budidaya cabai menjadi salah satu komoditas yang memiliki nilai jual tinggi dan kerap mengalami lonjakan harga, terutama saat musim paceklik atau menjelang hari besar keagamaan. Jika dikelola dengan baik, usaha ini diyakini mampu meningkatkan ketahanan ekonomi warga desa.