Selasa, 3 Maret 2026
Login Kirim Tulisan

Wamendagri Lepas Praja IPDN Gelombang II, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kebangsaan

BAGIKAN:
Wamendagri Lepas Praja IPDN Gelombang II, Tekankan Nilai Kem...
0
Iklan
Wamendagri Lepas Praja IPDN Gelombang II, Tekankan Nilai Kemanusiaan dan Kebangsaan

WILISPOST.COM, Deli Serdang – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa kontribusi para praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kabupaten Aceh Tamiang tidak sekadar menjalankan misi kemanusiaan, melainkan juga mengemban misi kebangsaan.

Hal tersebut disampaikan Bima saat memimpin Apel Pelepasan Pemulangan Praja IPDN Gelombang II di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, kehadiran praja dari berbagai daerah di Indonesia di wilayah terdampak bencana tersebut bukan hanya untuk membantu pemulihan pemerintahan, tetapi juga merekatkan dimensi kebangsaan. Para praja dituntut mampu beradaptasi secara cepat dengan budaya dan kehidupan masyarakat setempat.

"Karena itu kami yakin, Pak Direktur, ini bukan saja misi kemanusiaan tetapi ini [juga] adalah misi kebangsaan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Bima menilai penugasan di Aceh Tamiang juga menjadi kawah candradimuka bagi para praja. Mereka ditempa secara langsung melalui berbagai persoalan di lapangan.

“Fisik diuji, nyali diuji, kesabaran diuji, kemampuan komunikasi juga diuji, kemampuan toleransi juga diuji,” katanya.

Ia meyakini pengalaman tersebut akan menjadi bekal berharga ketika kelak mereka memegang amanah sebagai pemimpin di berbagai tingkatan. Kebersamaan dengan masyarakat yang tengah bangkit dari bencana, lanjutnya, juga akan menjadi modal penting saat mereka memimpin di masa mendatang.

“Ingatlah bahwa memberikan kontribusi dan menjadi berarti adalah tugas utama kalian,” tegasnya.

Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 3 Maret 2026, 11:58 WIB · Diperbarui: 3 Maret 2026, 11:59 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini