Wilispost.com - Arab Saudi akan melakukan pemantauan hilal Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa, 17 Februari 2026. Hasil rukyatul hilal akan menentukan awal puasa Ramadan bagi masyarakat di Kerajaan.
Pemantauan dilakukan pada malam 29 Sya’ban 1447 H, dengan keputusan akhir berada di tangan komite pemantau hilal Mahkamah Agung Arab Saudi melansir theislamicinformation 14/02/26.
Jika hilal terlihat setelah matahari terbenam pada 17 Februari, maka 1 Ramadan 1447 H ditetapkan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Namun, apabila hilal tidak berhasil diamati, maka bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari, sehingga awal Ramadan akan dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
Penetapan awal Ramadan didasarkan pada rukyatul hilal secara syar'i, dengan mekanisme pengamatan oleh pengamat resmi yang telah terakreditasi di berbagai wilayah Kerajaan.
Perhitungan astronomi digunakan sebagai pendukung ilmiah, namun tidak menggantikan pengamatan visual.
Data astronomi menunjukkan bahwa hilal hanya akan berada di ufuk selama waktu yang sangat singkat setelah matahari terbenam, membuat pengamatan menjadi menantang. Observatorium Astronomi Universitas Al-Majma’ah di Hautah Sudair memaparkan kondisi ilmiah pengamatan hilal pada Selasa, 17 Februari 2026.
Keputusan resmi akan diumumkan secara nasional setelah komite pemantau hilal Mahkamah Agung Arab Saudi menyelesaikan sidangnya. Masyarakat diimbau untuk menunggu pengumuman resmi untuk mengetahui tanggal pasti awal Ramadan 1447 H.