Ikuti Kami
Minggu, 22 Februari 2026 ⚡ Versi Web

Kadin Tandatangani MoA dengan US-ABC untuk Perluas Ekspor ke AS

Penulis
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:54 WIB

Kamar Dagang dan Industri Indonesia menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan US-ASEAN Business Council guna memperluas akses pasar dan investasi Indonesia-Amerika Serikat. Penandatanganan dilakukan dalam forum US-Indonesia Economic Dialogue yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council, U.S.

Chamber of Commerce, dan US-Indonesia Society bekerja sama dengan Kadin Indonesia, Kamis (19/2) waktu setempat.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan, kerja sama ini bertujuan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha Indonesia di AS. "Tanda tangan antara Kadin dengan US-ASEAN Business Council, intinya bagaimana kita bisa memperbesar pasar buat para pedagang kita, para investor dari Indonesia, para pengusaha dari Indonesia untuk bisa mengakses pasar di Amerika," ujar Anin, sapaan akrab Anindya dikutip 21 Februari 2026.

Anin menyoroti sektor alas kaki sebagai contoh.

Ia menyebut nilai ekspor alas kaki Indonesia ke AS saat ini sekitar USD120 juta, sedangkan Vietnam telah mencapai USD600 juta. "Nah itu hampir 4-5 kali lipatnya," kata Anin.

Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan kinerja ekspor, selama tetap menjaga daya saing, terutama dari sisi tarif. "Jadi sekarang Indonesia mempunyai kesempatan untuk meningkatkan itu semua selama bisa tetap kompetitif. Secara daripada tarif, harus kompetitif. Tapi Indonesia juga mempunyai kesempatan untuk meningkatkan jumlah dari para perdagangan yang tentunya akan membawa pertumbuhan Indonesia, lapangan kerja, dan lain-lain," ujarnya. Anin menambahkan, Kadin saat ini fokus mendukung pelaku usaha yang telah aktif melakukan ekspor, antara lain di sektor garmen, tekstil, alas kaki, furnitur, dan elektronik.

Namun, ia menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan perdagangan, melainkan juga mendorong investasi AS masuk ke Indonesia. "Ingat, bahwa di Indonesia ini dibutuhkan banyak investasi. Sampai 60 miliar dollar AS FDI, Foreign Direct Investment. Nah, ini juga salah satu cara untuk kita untuk mendapatkan ini semua," kata Anin.

Lebih lanjut, ia menilai kesepakatan dagang yang tengah dipersiapkan Indonesia dan AS berpotensi menjadi tonggak penting dalam hubungan ekonomi kedua negara. "Karena trade agreement yang akan ditandatangani oleh kedua negara ini benar-benar bisa menjadi suatu sejarah. Supaya perdagangan dan investasi-investasi selalu meningkat. Membawa lapangan kerja, membawa juga pertumbuhan," ujarnya.

Anin juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas dan kemampuan tenaga kerja nasional, termasuk di bidang teknologi, guna mendorong transformasi ekonomi menuju industri bernilai tambah. "Sehingga kita juga bisa menjadi negara maju yang makin hari akan mentransformasi ekonominya menjadi industri-industri yang lebih mempunyai nilai tambah," pungkasnya.

***

Penulis

Tags

Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap

Terkini

Wagub Rano Mulai Safari Ramadan di Masjid Lautze

Sabtu, 21 Februari 2026 | 20:57 WIB
↑ Kembali ke atas