WILISPOST.COM, Lebak - Pemerintah Kabupaten Lebak tidak akan menyelenggarakan program mudik gratis untuk Lebaran tahun 2026. Program mudik gratis bagi masyarakat difokuskan oleh Pemerintah Provinsi Banten.
Dinas Perhubungan Provinsi Banten menjadi pelaksana program tersebut, dengan sistem pendaftaran yang dilakukan secara daring. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak, Abdurazak, menjelaskan bahwa pemerintah daerah setempat tidak melaksanakan program tersebut tahun ini.
“Untuk Kabupaten Lebak memang tidak melaksanakan program mudik gratis. Program itu dilaksanakan oleh Dishub Provinsi Banten dan pendaftarannya dilakukan secara online,” ujar Abdurazak di Rangkasbitung, pada Kamis kemarin (5/3/2026).
Ia menambahkan, mayoritas pemudik yang berkaitan dengan wilayah Lebak adalah warga asli daerah tersebut. Mereka bekerja di luar daerah dan biasanya pulang kampung menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Kebanyakan pemudik itu masyarakat Lebak yang bekerja di luar daerah, lalu pulang ke kecamatan masing-masing untuk berlebaran bersama keluarga,” katanya. Meski tidak ada program mudik gratis, pengawasan terhadap arus mudik tetap menjadi perhatian Pemkab Lebak.
Dinas Perhubungan Kabupaten Lebak akan tetap terlibat dalam pengamanan arus mudik bersama aparat kepolisian. Abdurazak menegaskan, Dishub Lebak akan bergabung dengan Polres Lebak dalam pengamanan arus mudik.
Keterlibatan ini akan dilakukan melalui Operasi Ketupat Maung 2026.
“Kami tetap melakukan pengawasan. Dishub Lebak akan bergabung dengan Polres Lebak dalam pengamanan arus mudik melalui Operasi Ketupat Maung 2026,” ujarnya. Operasi Ketupat Maung 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Selama periode tersebut, petugas gabungan akan disiagakan di sejumlah titik strategis. Tujuannya adalah memastikan kelancaran serta keselamatan pemudik yang melintas di wilayah Kabupaten Lebak.
Selain pengamanan, Dishub Lebak juga menyiapkan sejumlah langkah teknis untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran. Salah satunya adalah melakukan ramp check atau pemeriksaan kelaikan kendaraan angkutan umum.
“Ramp check akan kami lakukan di beberapa terminal, seperti Terminal Mandala, Terminal Kalijaga, dan Terminal Aweh. Ini untuk memastikan angkutan umum laik jalan dan aman digunakan pemudik,” tutup Abdurazak.
***