Sabtu, 7 Maret 2026
Login Kirim Tulisan

Bahlil Lahadalia Pastikan Pasokan Minyak Aman, Kapasitas Penyimpanan Hanya 25 Hari

BAGIKAN:
Bahlil Lahadalia Pastikan Pasokan Minyak Aman, Kapasitas Pen...
0
Iklan
Bahlil Lahadalia Pastikan Pasokan Minyak Aman, Kapasitas Penyimpanan Hanya 25 Hari
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan pasokan minyak Indonesia aman meski kapasitas penyimpanan hanya untuk 25 hari. (Dok. Ist)

WILISPOST.COM, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai stok Bahan Bakar Minyak yang disebut tersisa 20 hari. Pernyataan itu muncul imbas potensi penutupan Selat Hormuz karena perang antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

Bahlil menegaskan, kapasitas penyimpanan atau storage minyak di Indonesia memang hanya mampu menampung untuk 25 hari. Namun, ia memastikan kepemilikan minyak negara tetap aman, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan panic buying.

"Kemampuan storage tempat penampung minyak kita sejak dahulu kala memang kapasitas tampungnya itu hanya 25 hari. Jadi tempat storage-nya itu hanya 25 hari. Dari dulu ini, bukan baru sekarang, dari dulu," kata Bahlil kepada wartawan di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, pada Jumat kemarin (6/3/2026).

Ia menjelaskan, standar minimal ketersediaan nasional harus di atas 20 hari. Saat ini, ketersediaan minyak Indonesia berada di angka 23 hari.

"Nah, standar minimal ketersediaan kita itu untuk standar nasional minimal harus di atas 20 hari. Sekarang minyak kita 23 hari. Jadi itu artinya bahwa standar kepemilikan kita, minyak kita itu aman. Jadi enggak perlu ada panic buying, enggak perlu. Supply lancar," imbuhnya. Bahlil juga menjelaskan bahwa Indonesia mengambil minyak mentah dari Timur Tengah, bukan minyak jadi.

Porsi minyak mentah yang diambil dari Timur Tengah mencapai 20 hingga 25 persen. Namun, Indonesia sudah mendapatkan pengganti pasokan minyak mentah tersebut.

"Kami dengan Pertamina sudah switch dari Middle East kita ambil di Amerika, kemudian dari Nigeria, dan dari Brasil. Jadi tidak perlu ada panic buying," tegasnya. Untuk pasokan solar, Bahlil menyebut Indonesia sudah memproduksinya secara penuh di dalam negeri.

Oleh karena itu, stok BBM sisa 20 hari bukan berarti hanya akan habis dalam 20 hari. Ia menambahkan, Indonesia terus memproduksi BBM meskipun kapasitas penyimpanannya hanya untuk 25 hari.

"Bensin ini tidak kita impor dari Middle East, tidak juga kita impor dari Amerika atau dari Afrika. Impor bensin kita itu dari Singapura sama Malaysia, dan sebagian kita bangun industri kilang kita dalam negeri," tuturnya. Bahlil memastikan kondisi pasokan BBM akan tetap aman, sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah.

Ia meminta masyarakat tidak termakan provokasi atau misinformasi.

"Jadi Insya Allah, sekalipun terjadi peperangan di Timur Tengah, kondisi kita aman. Sekali lagi saya katakan aman. Jadi enggak perlu, jangan dengar ada provokasi-provokasi atau misinformasi yang keliru. Insya Allah aman. Pemerintah akan hadir bersama dengan rakyat jadi enggak perlu ada rasa suasana kebatinan yang tidak pas," tutup Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

***

Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 7 Maret 2026, 02:33 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Tags

Terkini