Dinkes Kota Tangerang Imbau Anak Bergejala Campak Tak Sekolah
WILISPOST.COM, Tangerang - Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Banten, mengimbau anak-anak yang mengalami gejala campak untuk tidak berangkat ke sekolah. Langkah ini diambil untuk mencegah penularan virus lebih luas menyusul lonjakan kasus pada awal tahun 2026.
Peringatan ini ditujukan kepada warga, khususnya para orang tua, agar lebih waspada terhadap penyakit campak yang kini sedang meningkat. Campak merupakan infeksi virus dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, terutama pada anak-anak.
Penyakit ini berisiko memicu komplikasi yang membahayakan nyawa jika diabaikan. Oleh karena itu, orang tua perlu jeli mengenali tanda-tanda campak sejak dini dan mengetahui langkah penanganan yang tepat di rumah.
Menurut dr. Putri Mutiara Sari dari RS Sari Asih Cipondoh, gejala campak seringkali menyerupai flu biasa pada tahap awal.
Namun, ada kombinasi gejala yang patut diwaspadai oleh orang tua. Suhu tubuh anak bisa melonjak tajam hingga menyentuh angka 40 derajat Celsius.
Gejala pernapasan lain termasuk batuk kering, hidung tersumbat atau pilek, serta mata yang memerah dan berair. Tanda khas campak adalah bintik Koplik yang muncul di area dalam mulut, tepatnya di pipi bagian dalam.
Bintik ini berwarna putih keabu-abuan dengan dasar merah dan biasanya terlihat satu hingga dua hari sebelum ruam luar muncul. Ruam merah pada campak umumnya pertama kali muncul di area wajah dan belakang telinga.
Ruam kemudian akan menyebar ke seluruh tubuh hingga kaki dalam waktu sekitar satu minggu. Gejala campak ini biasanya baru muncul tujuh hingga 14 hari setelah anak terpapar virus.