Ikuti Kami
Selasa, 10 Maret 2026 ⚡ Versi Web

Mojtaba Khamenei Resmi Pimpin Iran, Trump Sebut Pilihan 'Tidak Dapat Diterima'

Penulis: Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 01:50 WIB

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, mengatakan perang "seharusnya tidak pernah terjadi".

Ia juga menyerukan diakhirinya pertempuran. Di sisi lain, Presiden AS, Donald Trump, dilaporkan 'tidak senang' dengan pemimpin tertinggi Iran yang baru dipilih.

Hal itu disampaikan oleh pembawa acara Fox News, Brian Kilmeade.

Dilansir dari Al Jazeera pada Senin kemarin (9/3/2026), Kilmeade mengungkapkan bahwa Trump telah mengatakan kepadanya, "Saya tidak senang" dengan pilihan Iran atas Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi negara yang baru. Trump sendiri belum berkomentar secara terbuka mengenai terpilihnya Mojtaba.

Dalam komentar sebelumnya, Trump menganggap putra Khamenei itu sebagai "orang yang tidak berpengaruh". Saat berbicara kepada ABC News pada Minggu lalu (8/3/2026), sebelum Iran mengumumkan terpilihnya Mojtaba, Trump menegaskan bahwa pemimpin tertinggi baru Iran "harus mendapatkan persetujuan dari kami". "Jika dia tidak mendapatkan persetujuan dari kami, dia tidak akan bertahan lama," ujarnya, dilansir Al Arabiya.

Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei, putra kedua mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dipilih oleh Majelis Pakar Iran sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Ia menggantikan ayahnya yang wafat dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama senior telah memilih Mojtaba, seorang ulama berusia 56 tahun, sebagai penerus mendiang ayahnya. menandakan kelompok garis keras masih memegang kendali penuh atas Iran setelah Khamenei wafat sepekan lalu.

Salah satu anggota Majelis Pakar Iran, Mohsen Heidari Alekasir, mengatakan dalam sebuah video pada Minggu lalu (8/3/2026) bahwa seorang kandidat telah dipilih berdasarkan arahan mendiang Khamenei.

Penulis: Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 01:50 WIB
Mode AMP — versi ringan & cepat
Versi Lengkap
↑ Kembali ke atas