Mojtaba Khamenei Resmi Pimpin Iran, Trump Sebut Pilihan 'Tidak Dapat Diterima'
Pemimpin tertinggi Iran haruslah "dibenci oleh musuh".
"Bahkan Setan Besar telah menyebut namanya," ucap Alekasir.
Pernyataan ini disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS, Donald Trump, menyebut Mojtaba merupakan pilihan yang "tidak dapat diterima" baginya. Mojtaba merupakan tokoh senior yang dekat dengan pasukan keamanan Iran dan kerajaan bisnis besar yang mereka kendalikan.
Dia menentang para reformis yang berupaya menjalin hubungan dengan Barat dalam upaya mengekang program nuklir Iran. Mojtaba lahir tahun 1969 di kota suci Mashhad dan tumbuh besar saat ayahnya membantu memimpin perlawanan oposisi terhadap Shah.
Sebagai seorang pemuda, dia pernah bertugas bersama militer Iran dalam perang Iran-Irak silam. Dia belajar di bawah bimbingan kaum konservatif agama di Qom, pusat pembelajaran ajaran Syiah, dan memiliki gelar Hoojjatoleslam.
Mojtaba tidak pernah memegang posisi formal dalam pemerintahan Iran, namun pernah muncul dalam aksi-aksi loyalis meskipun jarang berbicara di depan umum. Peran Mojtaba telah sejak lama menjadi kontroversi di Iran.
Para pengkritik menolak segala bentuk politik dinasti di negara yang menggulingkan monarki yang didukung AS pada tahun 1979 silam. Hubungan dekatnya dengan Garda Revolusi Iran memberikan pengaruh tambahan kepada Mojtaba di seluruh aparatur politik dan keamanan Iran.
Menurut sumber yang memahami latar belakangnya, Mojtaba juga telah membangun pengaruh di balik layar sebagai "penjaga gerbang" ayahnya.
***