Selasa, 17 Februari 2026

Asrama Putri: Film Horor yang Menggugah dengan Kisah Nyata Kampus Bogor

Penulis
Iklan
Asrama Putri: Film Horor yang Menggugah dengan Kisah Nyata Kampus Bogor
Film horor Asrama Putri terinspirasi peristiwa kesurupan massal di kampus Bogor. Dok. Puras Production

BOGOR - Film horor berjudul Asrama Putri akan tayang di bioskop pada 19 Februari 2026, menawarkan pengalaman menegangkan dengan cerita terinspirasi dari peristiwa kesurupan massal yang pernah terjadi di sebuah kampus di Bogor. Film ini menghadirkan latar asrama mahasiswi yang penuh misteri dan konflik, menggabungkan elemen supranatural dengan isu sosial yang sensitif.

Diproduksi Adipati Karna melalui Puras Production dan disutradarai Wishnu Kuncoro, film ini menarik perhatian karena latar isu sosial mengenai dugaan praktik prostitusi di asrama. "Kami ingin menyajikan cerita yang tidak hanya menakutkan tapi juga menggugah refleksi," kata Adipati Karna saat ditemui di lokasi syuting.

Kisah berpusat pada Mia, dosen muda yang diperankan Mawar Butterfly, yang kedatangannya ke kampus bertepatan dengan munculnya serangkaian kejadian aneh yang memicu kepanikan. Situasi memuncak ketika sejumlah mahasiswi mengalami kesurupan secara bersamaan di area asrama. Di tengah situasi kacau, Rektor Liza yang diperankan Monique Henry berusaha meredam agar peristiwa ini tidak semakin meluas.

Namun, tekanan justru semakin terasa di kalangan mahasiswa. Loly, diperankan Nadya Ulya, terus-menerus menghadapi gangguan misterius tanpa alasan yang jelas. Film ini membangun atmosfer mencekam melalui adegan-adegan intens di lorong asrama yang sempit dan di ruang-ruang tertutup, menciptakan ketegangan yang terus memuncak.

Lapisan konflik sosial membuat cerita terasa lebih kompleks dengan munculnya rumor prostitusi terselubung di dalam asrama dan kampus. Isu relasi kuasa, reputasi institusi, hingga penyimpangan moral menjadi bagian dari narasi yang memperkaya alur cerita. "Kami ingin menyoroti masalah sosial yang sering terjadi di lingkungan kampus tapi jarang diungkap," ujar Wishnu Kuncoro.

Kemunculan arwah Sally yang diperankan Nasywa Auliya menjadi penghubung antara dosa masa lalu dan teror masa kini. Misteri demi misteri akhirnya terungkap melalui buku harian lama yang ditemukan Gwen, diperankan Dea Annisa. "Film ini mengajak penonton untuk berpikir lebih dalam tentang konsekuensi dari tindakan di masa lalu," tutup Adipati Karna.

***

Iklan
Penulis

Tags

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Terkini