TANGERANG - Sejarah tersembunyi di balik nama-nama wilayah di Tangerang kini terungkap. Burhanudin, dalam bukunya "Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang", membedah toponimi dan narasi lisan yang membentuk identitas wilayah, termasuk Cibodas.
Cibodas, yang kini menjadi kecamatan padat di Kota Tangerang, ternyata memiliki akar sejarah sebagai wilayah agraris di era kolonial. Burhanudin mengungkap bahwa nama "Cibodas" bukan hanya label administratif, melainkan representasi kondisi alam dan kearifan lokal masa lalu.
Nama Cibodas berasal dari bahasa Sunda, yaitu ci atau cai (air) dan bodas (putih/bersih). Penulis mengutip kesaksian sejarah lisan dari tokoh masyarakat setempat, Reman (77), tentang keberadaan sumur legendaris di masa lalu.
"Dahulu di kampung ini ada sumur yang airnya berwarna putih seperti air cucian beras. Meskipun berwarna putih, air tersebut digunakan warga untuk mandi dan minum, bahkan dipercaya mujarab menyembuhkan berbagai penyakit. Keajaiban lain dari sumur ini adalah sifatnya yang tidak pernah kering meskipun musim kemarau panjang melanda," tulis Burhanudin dalam bukunya.
Burhanudin juga menjelaskan perbedaan antara Cibodas Gede dan Cibodas Kecil. Perbedaan ini didasarkan pada nilai sejarah benda-benda peninggalan yang ditemukan di masing-masing wilayah.
"Kampung Cibodas Gede terkait peninggalan benda bersejarah yang lebih besar dan tua di area makam, sementara Cibodas Kecil memiliki arti benda peninggalan yang lebih kecil," ungkapnya.
Melalui penelusuran sejarah ini, Burhanudin berharap agar masyarakat menghargai nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Buku ini menjadi pengingat penting bahwa sejarah adalah fondasi utama dalam membangun masa depan kota yang lebih beradab.
***