Oleh karena itu, peningkatan aksesibilitas menuju dan dari kawasan bandara menjadi kebutuhan strategis yang tidak bisa ditunda. “Di usia ke-33 ini, kami ingin Kota Tangerang semakin terkoneksi, semakin kompetitif, dan semakin membanggakan. Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri,” lanjutnya. Kepala Bappeda Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, menjelaskan tahapan perencanaan implementasi modifikasi simpang susun sudah dimulai.
Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan telah memulai persiapan tersebut. “Persiapan sudah direncanakan pada tahun 2026. Jika proses appraisal selesai tahun ini, maka pembayaran lahan dapat dilakukan tahun depan dan dilanjutkan dengan konstruksi. Tahun ini kami fokus pada penyelesaian perizinan serta penertiban yang diperlukan,” jelas Yeti. Sementara itu, perwakilan PT Angkasa Pura Indonesia, I Wayan Darma, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin dengan Pemkot Tangerang.
Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan kawasan penunjang akses bandara.
Kawasan yang menjadi fokus pengembangan meliputi area Tol Sedyatmo, Jalan Kali Prancis, dan Jalan Jenderal Sudirman. “Kota Tangerang merupakan mitra strategis dalam pengembangan kawasan bandara. Tingginya mobilitas penumpang membutuhkan integrasi layanan yang semakin baik, mulai dari transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga kenyamanan kawasan. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat dan pengguna jasa bandara dapat semakin optimal,” ungkap I Wayan.
***