Rabu, 4 Maret 2026
Login Kirim Tulisan

Penurunan Stunting Jadi Prioritas Dinkes Kota Tangerang hingga Tahun 2027

BAGIKAN:
Penurunan Stunting Jadi Prioritas Dinkes Kota Tangerang hing...
0
Iklan
Penurunan Stunting Jadi Prioritas Dinkes Kota Tangerang hingga Tahun 2027
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni memaparkan rencana kerja prioritas penurunan stunting hingga tahun 2027. (Dok. Ist)

WILISPOST.COM, Tangerang - Pemerintah Kota Tangerang terus berkomitmen mengoptimalkan program penurunan prevalensi stunting. Komitmen ini disampaikan dalam Forum Rencana Kerja Dinas Kesehatan Kota Tangerang 2027.

Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menyatakan Pemkot menargetkan melanjutkan tren positif penurunan angka stunting.

Tren ini sudah terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Pemkot Tangerang memastikan program penurunan prevalensi stunting tetap menjadi isu strategis.

Selain itu, ada juga program penurunan angka kematian ibu dan bayi. Program lain meliputi peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan.

Penguatan cakupan kesehatan semesta juga menjadi fokus. Peningkatan mutu pelayanan puskesmas dan rumah sakit turut menjadi perhatian.

Jaminan ketersediaan dan keamanan mutu obat serta alat kesehatan di Kota Tangerang juga masuk dalam prioritas.

"Kami mulai membuka Forum Renja Dinkes Kota Tangerang untuk merumuskan isu dan program kesehatan prioritas yang akan direalisasikan pada tahun depan," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr.

Dini Anggraeni, pada Rabu (4/3/2026).

"Ada banyak masukan, salah satunya agenda penurunan angka prevalensi stunting yang masih menjadi prioritas yang pada tahun ini sudah mencapai 5,3 persen," tambah Dini. Pemkot Tangerang akan meningkatkan agenda promotif dan preventif.

Langkah ini merupakan bagian dari penguatan kolaborasi lintas sektoral di Kota Tangerang.

"Tidak hanya perumusan isu strategis dan program prioritas, kami juga menyelaraskan program dengan berbagai usulan yang disampaikan masyarakat lewat Musrenbang, organisasi profesi kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya," tutup dr.

Dini Anggraeni.

***

Iklan
Penulis: Redaksi
Diterbitkan: 4 Maret 2026, 12:01 WIB

Berikan Opinimu

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE

Tags

Terkini