Serang – Sebuah insiden penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian Polda Banten terhadap seorang pelajar SMK bernama Arga telah menimbulkan kehebohan di masyarakat. Arga saat ini dirawat di ruang ICU RSUD Banten dengan kondisi kritis setelah dianiaya oleh oknum polisi pada Minggu dini hari.
Menurut keterangan Benny Permadi, orang tua korban, anaknya diantar ke rumah sakit oleh pihak kepolisian dengan alasan kecelakaan lalu lintas. Namun, setelah dicek lebih lanjut, ternyata anaknya mengalami penganiayaan yang menyebabkan luka parah di bagian kepala.
” Kami sangat kecewa besar dengan oknum kepolisian Polda Banten, jika anak saya salah karena menggunakan knalpot racing dan tidak memakai helm pada saat berkendara seharusnya anak saya dilakukan pembinaan oleh kepolisian, kalau tidak telepon orang tuanya biar orang tuanya yang bertindak, jangan melakukan tindakan penganiayaan terhadap anak kami,” ujar Benny Permadi.
Baca Juga:
Saksi mata yang juga teman Arga, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa mereka dikejar oleh rombongan kepolisian yang sedang patroli karena tidak menggunakan helm dan knalpot motor racing. Arga dipukul bagian kepala menggunakan helm dan tongkat polisi hingga pingsan dan jatuh dari motor.
“Kami siap membantu orang tua Arga untuk buka laporan dan kami juga siap menjadi saksi karena kami juga tidak terima sahabat kami diperlukan seperti itu oleh polisi,” ujar saksi mata.
Dokter RSUD Banten yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa kemungkinan kecil Arga bisa selamat, dan jika selamat, kemungkinan besar akan mengalami cacat seumur hidup.
“Hasil visum bagian bawah kepala Arga hancur diakibatkan kena benda tumpul seperti tongkat, kalau bagian tengkorak atas bergeser menjadi tinggi sebelah, kecil kemungkinan untuk bisa selamat sekalinya bisa selamat kemungkinan cacat dan tidak akan seperti biasa jauh banget berbandingan,” ujar dokter.