Karya: Mershyn
Di antara ruang,
aku hanya menyukai satu:
sebuah sudut senyap,
tempat bayangmu berdiam,
seperti kabut pagi yang enggan pergi.
Di antara ruang,
aku hanya mencintai satu:
ruang gelap itu,
di mana cahaya redup tak mampu
mengusir aroma rindu
yang bersembunyi di dinding-dindingnya.
Tak ada kisah yang berani tumbuh,
hanya harap yang perlahan layu,
seperti bunga malam
yang menunggu bulan tak pernah datang.
Namun sudut itu tetap memanggil,
seolah menjadi altar kecil
untuk doa yang tak berujung.
Kau adalah angin yang berhembus pelan
melewati celah waktu,
meninggalkan jejak samar
yang tak pernah mampu kuurai.
Dan aku,
hanya seorang penunggu senja,
yang tersesat dalam bayangan
di sudut kelas itu—
di antara ruang yang tak pernah sama lagi
tanpa kehadiranmu.
Ruang Tanpa Nama
Sabtu, 14 Desember 2024 | 04:10 WIB
Foto terkait Ruang Tanpa Nama
Berikan Opinimu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE