TANGERANG - Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang melalui kegiatan Tangerang TAXPO Tahun 2026 menghadirkan layanan perpajakan langsung di ruang publik, dengan tujuan membangun budaya sadar pajak di tengah masyarakat. Acara yang berlangsung di kawasan Car Free Day Puspemkab Tangerang pada Minggu (15/2/26) ini dipimpin langsung oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan yang lebih terjangkau.
"Melalui Tangerang TAXPO ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang mendekat, menyapa, dan melayani langsung di ruang publik," ujar Bupati Maesyal Rasyid dalam sambutannya. Menurutnya, pendekatan ini bertujuan agar pelayanan perpajakan tidak hanya terpusat di kantor, tetapi hadir di tengah-tengah masyarakat agar lebih mudah diakses.
Kegiatan ini menawarkan dua layanan utama, yaitu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Samsat. Dengan menyediakan layanan ini di area publik, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kewajiban perpajakan sambil menikmati suasana olahraga pagi bersama keluarga, sehingga proses pembayaran menjadi lebih menyenangkan.
Ditengah upaya penyederhanaan layanan, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto, mengajak masyarakat untuk menghilangkan rasa takut atau cemas saat membayar pajak. "Masyarakat tidak perlu takut lagi. Biasanya bayar pajak ada rasa takut, ada petugas pajak takut. Sekarang tidak perlu takut. Kami akan melayani semua," jelas Slamet.
Lebih jauh, Bupati Maesyal menegaskan bahwa pajak merupakan manifestasi gotong royong modern masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. "Kita ingin membangun budaya sadar pajak, budaya patuh, dan budaya bangga berkontribusi untuk Kabupaten Tangerang," tegasnya. Dari hasil pajak, pembangunan jalan, fasilitas umum, pendidikan, dan berbagai pelayanan masyarakat dapat terus berjalan demi kesejahteraan bersama.
"Melalui Tangerang TAXPO ini, Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang mendekat, menyapa, dan melayani langsung di ruang publik," ujar Bupati Maesyal Rasyid dalam sambutannya. Menurutnya, pendekatan ini bertujuan agar pelayanan perpajakan tidak hanya terpusat di kantor, tetapi hadir di tengah-tengah masyarakat agar lebih mudah diakses.
Kegiatan ini menawarkan dua layanan utama, yaitu pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta pembayaran pajak kendaraan bermotor melalui Samsat. Dengan menyediakan layanan ini di area publik, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kewajiban perpajakan sambil menikmati suasana olahraga pagi bersama keluarga, sehingga proses pembayaran menjadi lebih menyenangkan.
Ditengah upaya penyederhanaan layanan, Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Tangerang, Slamet Budhi Mulyanto, mengajak masyarakat untuk menghilangkan rasa takut atau cemas saat membayar pajak. "Masyarakat tidak perlu takut lagi. Biasanya bayar pajak ada rasa takut, ada petugas pajak takut. Sekarang tidak perlu takut. Kami akan melayani semua," jelas Slamet.
Lebih jauh, Bupati Maesyal menegaskan bahwa pajak merupakan manifestasi gotong royong modern masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. "Kita ingin membangun budaya sadar pajak, budaya patuh, dan budaya bangga berkontribusi untuk Kabupaten Tangerang," tegasnya. Dari hasil pajak, pembangunan jalan, fasilitas umum, pendidikan, dan berbagai pelayanan masyarakat dapat terus berjalan demi kesejahteraan bersama.
***