Close Menu
Wilispost.com
  • Home
  • Baca Cepat
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Wilispost.com
  • Home
  • Baca Cepat
  • Login
Wilispost.com
Beranda ยป Pentingnya Gerakan Hijau di Sekolah: Membentuk Generasi Peduli Lingkungan Sejak Dini
Opini

Pentingnya Gerakan Hijau di Sekolah: Membentuk Generasi Peduli Lingkungan Sejak Dini

AdminBy AdminRabu, 11 Desember 2024 16:50 WIBUpdated:Rabu, 11 Desember 2024 16:53 WIB5 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Ilustrasi Gerakan hijau di Sekolah (Dok/Ai)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link

Wilispost.com – Di era modern ini, kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan hidup semakin meningkat. Salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam mendukung keberlanjutan lingkungan adalah dunia pendidikan, khususnya sekolah. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, lebih dari 60% sampah di Indonesia berasal dari sampah rumah tangga dan sektor pendidikan. Ini menjadi sebuah alarm bagi kita untuk mulai berpikir tentang bagaimana kita dapat berkontribusi untuk mengurangi dampak negatif terhadap bumi. Sebagai generasi muda, siswa dan pelajar memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Gerakan hijau atau gerakan lingkungan hidup di sekolah tidak -hanya dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan yang lebih peduli terhadap keberlanjutan planet ini.

Gerakan hijau yang dimulai di lingkungan sekolah menjadi langkah pertama yang dapat diambil oleh anak muda dalam mewujudkan dunia yang lebih ramah lingkungan. Banyak sekolah di Indonesia yang sudah mulai mengadopsi gerakan ini dengan tujuan untuk mengedukasi siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Salah satu cara paling sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemilahan sampah. Siswa bisa diajarkan untuk membedakan sampah organik dan anorganik, serta bagaimana mendaur ulang barang-barang yang masih dapat dimanfaatkan. Dengan kegiatan ini, siswa akan lebih memahami dampak dari sampah terhadap lingkungan dan mulai terbiasa untuk mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya. Pemilahan sampah di sekolah, yang kemudian dibawa ke tempat pengelolaan sampah, memberikan kontribusi besar terhadap pengurangan tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir.

Selain itu, penghijauan sekolah juga menjadi salah satu gerakan hijau yang patut dicontoh. Menanam pohon di halaman sekolah tidak hanya memberikan manfaat estetika, tetapi juga membantu mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas udara di sekitar lingkungan. Pohon-pohon yang ditanam di sekolah juga menjadi tempat belajar bagi siswa tentang pentingnya tanaman bagi ekosistem dan keberlanjutan hidup manusia. Dengan adanya penghijauan yang rapi dan terawat, siswa juga belajar untuk bertanggung jawab terhadap tanaman yang mereka rawat, serta memahami bagaimana peran mereka dalam menjaga lingkungan untuk masa depan.

๐Ÿ“Œ

Baca Juga:

Banyak Teman, Tapi Seberapa Banyak yang Bisa Diandalkan?
Banyak Teman, Tapi Seberapa Banyak yang Bisa Diandalkan?
Opini 06 Des 2024
Pentingnya Tindakan Preventif dalam Mengatasi Fenomena Bencana Alam di Banten
Pentingnya Tindakan Preventif dalam Mengatasi Fenomena Bencana Alam di Banten
Opini 14 Des 2024
Apakah Hukum Cukup Melindungi Perempuan dari Kekerasan?
Apakah Hukum Cukup Melindungi Perempuan dari Kekerasan?
Opini 06 Des 2024

Selain dua contoh di atas, kegiatan lain yang dapat dilakukan di sekolah adalah penghematan energi. Mengajarkan siswa untuk mematikan lampu, kipas angin, atau peralatan elektronik lainnya saat tidak digunakan dapat mengurangi konsumsi energi dan juga mengurangi jejak karbon. Mengurangi penggunaan air juga menjadi langkah yang sederhana namun sangat efektif. Dengan memanfaatkan air secara bijak dan mengurangi pemborosan, siswa dapat memahami pentingnya menjaga sumber daya alam yang terbatas.

Namun, gerakan hijau di sekolah tidak akan berjalan maksimal tanpa adanya kerjasama antara siswa, guru, dan pihak sekolah. Dalam hal ini, peran guru sangat penting dalam memberikan edukasi yang tepat dan menyeluruh mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Selain itu, pihak sekolah juga harus menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan-kegiatan tersebut, seperti tempat sampah yang terpisah untuk sampah organik dan anorganik, serta kebijakan yang mendukung kegiatan penghijauan dan penghematan energi. Misalnya, sekolah dapat mengadakan lomba penghijauan antar kelas, atau memberikan penghargaan bagi kelas yang berhasil mengurangi penggunaan energi.

Gerakan hijau juga bisa dipadukan dengan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan dengan lingkungan hidup. Salah satu contoh yang dapat dikembangkan adalah pembentukan klub lingkungan hidup di sekolah. Klub ini bisa menjadi wadah bagi siswa yang tertarik untuk lebih dalam belajar tentang isu-isu lingkungan dan mencari solusi konkret untuk mengatasi masalah yang ada. Misalnya, klub lingkungan hidup dapat mengadakan aksi bersih-bersih, menanam pohon, atau membuat program pengurangan plastik di sekolah. Melalui klub ini, siswa tidak hanya mendapatkan ilmu tetapi juga dapat merasakan langsung dampak positif dari aksi-aksi yang mereka lakukan.

Lebih dari sekadar kegiatan fisik, gerakan hijau di sekolah juga memberikan dampak positif terhadap pola pikir siswa. Melalui kegiatan-kegiatan ini, siswa dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan dan meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya berperilaku ramah lingkungan. Ketika kebiasaan ini terbentuk sejak dini, mereka akan lebih cenderung untuk melanjutkan pola hidup tersebut ketika mereka dewasa nanti. Dengan begitu, gerakan hijau di sekolah berpotensi menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap bumi dan memiliki komitmen untuk menjaga kelestarian alam.

Namun, meskipun banyak manfaat yang dapat diambil dari gerakan hijau ini, masih terdapat tantangan dalam implementasinya. Salah satu hambatan yang sering dihadapi adalah kurangnya dukungan atau kesadaran dari pihak sekolah dan orang tua. Beberapa sekolah mungkin belum memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung kegiatan lingkungan, atau bahkan ada siswa yang masih merasa bahwa gerakan ini tidak penting. Oleh karena itu, edukasi dan sosialisasi yang lebih intensif mengenai pentingnya gerakan hijau perlu dilakukan, tidak hanya di lingkungan sekolah tetapi juga di komunitas yang lebih luas.

Simpulannya, gerakan hijau di sekolah adalah langkah sederhana yang dapat diambil oleh anak muda untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dari pemilahan sampah, penghijauan, hingga penghematan energi, semua hal tersebut dapat dimulai dari lingkungan sekolah yang kemudian dapat meluas ke kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan hal ini, diperlukan kerjasama yang baik antara siswa, guru, dan pihak sekolah, serta dukungan dari orang tua. Selain itu, penting juga untuk membangun kesadaran yang lebih besar tentang pentingnya menjaga lingkungan, agar gerakan hijau ini bisa lebih berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar. Dengan langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, diharapkan generasi muda dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.                                                                   

Penulis: Siti Ainunnisa

Berita Terkait

Tim Tabur Kejati Banten Amankan Tersangka Korupsi Dana Bantuan Sosial di Pandeglang

Tim Tabur Kejati Banten Amankan Tersangka Korupsi Dana Bantuan Sosial di Pandeglang

13 Feb 2025 1 menit baca
Persiapan Libur Nataru 2024: Pentingnya Cek Tarif Tol bagi Pengendara Mobil Pribadi

Persiapan Libur Nataru 2024: Pentingnya Cek Tarif Tol bagi Pengendara Mobil Pribadi

15 Des 2024 4 menit baca
Dijamin Betah, Inilah Pesona Taman Alun-Alun Bandung yang Ramai Dikunjungi

Dijamin Betah, Inilah Pesona Taman Alun-Alun Bandung yang Ramai Dikunjungi

29 Jan 2025 1 menit baca
Aksi Hijau Anak Muda Peduli Lingkungan Daur Ulang Edukasi Lingkungan Gerakan Hijau Kepedulian Lingkungan Pemilahan Sampah Penghijauan Sekolah Sekolah Ramah Lingkungan Sustainability
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Previous ArticleDampak Kenaikan Harga Bahan Pokok Terhadap Keluarga Berpenghasilan Rendah di Kota Serang
Next Article Rahasia Sukses Turunkan Berat Badan dengan Diet Mentimun: Metode Nozaki Hiromitsu
Admin
  • Website

Related Posts

Opini

PWI Kota Tangerang Selatan Kecam Pengeroyokan Wartawan di Serang Banten

By AdminKamis, 21 Agustus 2025 21:30 WIB
Opini

PWI Banten Desak Penegakan Hukum atas Kasus Pengeroyokan Wartawan di Serang

By AdminKamis, 21 Agustus 2025 21:09 WIB
Opini

Pjs Kades Dinilai Gagal Jalankan Tugas, Tokoh Pemuda Pandeglang Desak Pemkab Segera Bertindak

By AdminSenin, 28 April 2025 13:08 WIB
Opini

Kekayaan Elon Musk Tak Bisa Menandingi Keutamaan Sholat Sunnah Qobliyah Subuh

By NawahiSenin, 17 Maret 2025 05:01 WIB
Opini

K.H. Yusuf Prianadi Soroti Kontroversi PSN PIK 2: Utamakan Tabayyun dan Kepentingan Rakyat

By AdminRabu, 26 Februari 2025 14:29 WIB
Opini

Menuju Indonesia Emas 2045: Pendidikan sebagai Kunci Utama Penguatan SDM Berkualitas

By AdminSelasa, 18 Februari 2025 19:01 WIB
New Comments

    A Group Member of Kagemi.id

    Facebook X (Twitter) Instagram

    Kanal

    • Hak Koreksi & Hak Jawab
    • Peta Situs
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Info Iklan
    • Kontak
    • Karir
    • Disclaimer
    • Kebijakan Privasi
    • Kebijakan Editorial

    Trending

    Disdukcapil Serang dan LPKA Tangerang Jalin Kerja Sama Penuhi Hak Adminduk Anak Binaan

    Polres Serang Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Antusias Dapatkan Beras dan Minyak Terjangkau

    Lima Desa/Kelurahan di Banten Ikuti Peacemaker Justice Award 2025, Gubernur Beri Dukungan Penuh

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    • Daftar Akun
    • Login
    • Kebijakan Privasi
    • Syarat Penggunaan
    • Aksesibilitas

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.